Dr Kadri : APK Dr Zul Rugikan NW dan Demokrat 

0
DR. KADRI (foto: internet)

KABARLOMBOK.COM-MATARAM. Polemik keberadaan alat peraga kampanye (APK) Calon Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah di beberapa tempat yang membikin “panas” warga NW dan Demokrat NTB belum berakhir. Menurut pengamat politik, munculnya APK tersebut jelas merugikan kedua lembaga tersebut. Untuk itu, keduanya disarankan untuk segera menentukan sikap. Padahal, organisasi NW sudah mendeklarasikan awal Juli lalu mengusung Dr Hj Sitti Rohmi menjadi calon Gubernur NTB.

“Sekarang NW dan Demokrat secara kelembagaan, saya kira harus menentukan sikap soal APK Dr Zul tersebut,” terang pengamat politik dari UIN Mataram, Dr Kadri.

Menurut Dr Kadri, sikap politik Partai Demokrat NTB yang mendiamkan keberadaan APK tersebut menjadi tanda tanya besar. Padahal, jelas-jelas di APK tersebut terpampang Dr Zulkiflimansyah bersanding dengan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah sebagai calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilkada NTB 2018.

Namun, Kadri menilai dari segi hukum pemasangan, APK tersebut tidak melanggar peraturan dikarenakan belum resmi menjadi calon. Tapi dari segi etika dan kepentingan politik Demokrat sebagai partai politik yang mengusung Rohmi dianggap sangat merugikan partai berlambang Mercy ini.

“Akan sangat tidak menguntungkan kerja politik Demokrat melakukan sosialisasi terkait Rohmi sebagai Cagub, disebabkan adanya APK tersebut,” ucap Kadri.

Untuk itu, Kadri menyarankan supaya NW dan Demokrat melayangkan keberatan baik itu secara tertulis maupun lewat media supaya Dr Zul tidak melakukan manuver yang mengganggu tujuan Demokrat dan NW.

Mengenai motif politik Dr Zul memasang APK tersebut Kadri melihatnya sebagai strategi politik normal. Akan tetapi, Dosen UIN Mataram ini menilai peluang Dr Zul akan didukung NW dan Demokrat kecil melihat elektabilitas politisi PKS tersebut yang jauh dari figur lain.

“Kalau tidak salah informasi yang saya dapatkan Dr Zul sudah diberikan waktu tiga bulan oleh NW menaikkan elektabilitasnya namun, tidak sesuai yang diharapkan,” beber Kadri.

Apakah ada kemungkinan internal NW maupun Demokrat “membekingi” aksi pemasangan APK tersebut, sehingga yang bersangkutan merasa nyaman? Kadri enggan berspekulasi mengenai hal tersebut.

“Kalau itu benar, berarti konyol yang dilakukan oleh oknum tersebut. Padahal jelas keputusan PB NW soal dukungan ke Dr Sitti Rohmi,” terangnya.

Terpisah, beberapa sumber dari pengurus NW dan Demokrat terutama di Pulau Sumbawa mengaku kesulitan untuk melakukan sosialisasi sesuai arahan Organisasi NW dengan adanya APK tersebut.

“Terus terang kami bingung juga menjawab pertanyaan jam’ah soal informasi yang benar status Ibu Dr Rohmi,” ujar salah seorang Pengurus Daerah NW Kabupaten Sumbawa yang enggan dipublis identitasnya. (mil)

LEAVE A REPLY