Warga Sakra Tuntut Normalisasi Lapangan Gora Segera Dikerjakan

0

Lombok Timur – kabarlombok.com. Kondisi Lapangan Gelanggang Olahraga (Gora) Sakra sebelumnya dijadikan lokasi sementara pasar Sakra, hingga Pasar Umum Sakra yang sesungguhnya selesai direnovasi. Namun, setelah pengerjaan renovasi pasar selesai dan para pedagang juga sudah direlokasi, kondisi lapangan tersebut belum juga diperbaiki.

Pantauan kabarlombok.com saat melihat kondisi lapangan tersebut memang cukup memprihatinkan, terlihat hanya tumpukan tanah yang dibiarkan menggunung begitu saja.

Sehingga, warga masyarakat Desa Sakra Kecamatan Sakra Lombok Timur melakukan aksi pada Senin pagi (8/5). Mereka menuntut agar kondisi lapangan umum yang menjadi sarana olahraga masyarakat tersebut segera diperbaiki.

Puluhan massa mulai berkumpul di halaman Kantor Desa Sakra, setelah itu massa bergerak menuju kantor camat Sakra. Masyarakat meminta kepada pihak kecamatan agar apa yang menjadi tuntutan pihaknya disampaikan kepada pihak kabupaten.

Menurut koordinator aksi, Junaidi, mengatakan masyarakat Desa Sakra menuntut agar normalisasi lapangan umum Sakra pasca pemindahan pasar Sakra beberapa waktu lalu segera dikerjakan. Ia meminta supaya segera dilakukan tindakan yang jelas mengenai kapan waktu jelasnya akan melakukan perbaikan, mengingat perayaan 17 Agustus hanya beberapa bulan lagi.

Pihak Kecamatan Sakra pun bersedia menerima 10 orang perwakilan untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi mereka secara baik-baik, perwakilan tersebut diterima di aula kecamatan untuk menyampaikan tuntutan yang sama.

Menanggapi hal tersebut L. Syafruddin selaku Camat Sakra dihadapan perwakilan aksi mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya mengaku tidak pernah dilibatkan secara langsung, sehingga pihaknya mengaku kebingungan ketika pihaknya dituntut ikut bertanggungjawab.

“Tidak ada niatan kita untuk tidak mendukung jika untuk kemaslahatan masyarakat, karena selama ini kita tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Syafrudin juga menambahkan, dengan kejadian ini pihaknya merasa cukup dirugikan, karena sudah menjadi tanggungjawab moral bagi pihaknya, namun pihaknya mengaku hanya bisa memantau saja disebabkan beberapa persoalan terkait sudah ditangani pihak desa, sehingga pihak kecamatan tidak ingin dianggap mengintervensi.

Camat Sakra dihadapan perwakilan massa mengaku sangat mendukung kegiatan olahraga ini juga mengaku hal tersebut hanyalah miss komunikasi, karena sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan pemerintah desa setempat.

Dalam aksi tersebut, massa dalam tuntutannya ada dua point. Pertama, meminta agar normalisasi secepatnya dikerjakan, sedankan kedua, menuntut perjanjian yang sudah disepakati bersama antara pihak rekanan (pemborong) untuk segera ditindaklanjuti, dalam hal ini pemerintah kecamatan, kepala dinas ESDM, dan kepala dinas PU adalah selaku pihak terkait.

LEAVE A REPLY