Wapres JK heran tidak ada pahlawan yang berasal dari NTB

0
Pendiri Nahdlatul Wathan (NW) yang merupakan Ormas Islam Terbesar di NTB, yaitu KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid diusulkan kepada pemerintah oleh Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi untuk dijadikan sebagai pahlawan nasional.
Hal tersebut langsung disampaikan Gubernur NTBbini kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri seminar nasional Nahdlatul Wathan di Universitan Negeri Jakarta, Rabu (5/4/2017). “Mudah-mudahan perjuangan untuk menjadi pahlawan nasional dapat diterima dengan baik,” kata Zainul.
Beberapa tokoh yang hadir dalam seminar tersebut adalah antara lain: Rektor UNJ Djaali, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan anggota DPD dari NTB Farouk Muhammad.
Menurut TGB, sapaan akrab Zainul Majdi, Kiai Zainuddin selama ini dikenal sebagai tokoh NTB yang selalu memperjuangkan kokohnya nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga dikenal sebagai penggagas gagasan nasional religius yang menjadi cikal bakal lahirnya Nahdlatul Wathan tahun 1934 di NTB.
“Kami berharap, ikhtiar ini bisa berujung dengan pengakuan pemerintah kepada beliau sebagai pahlawan nasional. Supaya NTB punya pahlawan nasional,” lanjutnya.
Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, dalam kurun waktu 60 tahun terakhir, terdapat 169 orang yang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Namun demikian, Wapres mengaku sangat menyayangkan bila sampai hari ini belum ada tokoh NTB yang diberi gelar tersebut.
“NTB, minta maaf baru diusulkan. Padahal perjuangan NTB tentu tidak kurang-kurangnya,” kata dia.
Meski demikian, Wapres mengaku, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapat gelar pahlawan tersebut.
Adapun syarat untuk mendapat gelar pahlawan itu sudah diatur di dalam UU Nomoro 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Dengan catatan, selain berjuang untuk Indonesia serta menghasilkan karya positif, kata Wapres, tokoh tersebut juga tidak boleh tercela.
Namun, Wapres JK meyakini Kiai Zainuddin bukan orang tercela. “Termasuk perjuangan beliau dalam menggerakkan masyarakat. Konsistensinya juga. Inilah tentu yang dapat dibahas dalam seminar ini,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY