Wagub NTB dan Bupati Lotim Apresiasi Pejabat Penurun Angka Stunting dan Gizi Buruk

0

kabarlombok.com | Lombok Timur

Pada Tahun Anggaran 2019 Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur akan memberikan reward kepada 30 orang Pejabat Lotim. Diantaranya, 25 orang Kepala Desa dan 5 Camat. Akan tetapi, dengan syarat yang cukup berat yaitu sejauhmana mereka dapat menurunkan Gizi buruk dan Stunting di desanya dan dapat menekan pernikahan dini serta sejauhmana mereka perduli terhadap warga yang sakit di desanya.

Hal tersebut dikatakan Bupati Lotim HM. Sukiman Azmy pada acara “Penandatanganan Kontrak Pendamping Desa” di hadapan Kepala Desa dan Pendamping Desa se-kabupaten Lombok Timur di Selong, Kamis (31/01).

“Kalau kita mau bekerjsama dengan baik, maka apa yang buruk-buruk di Kabupaten lombok Timur, akan bisa menjadi baik,” jelasnya.

Sukiman juga berharap kepada camat Dan Kepala Desa, untuk dapat bersinergi dengan baik bersama Pendamping Desa yang ada dimasing-masing wilayah.

“Semoga apa yang kita niatkan bersama mendapat ridho oleh Allah SWT. Mudahan apa yang disampaikan dapat dipahami dan dapat di sosialisasikan kembali ke masyakarat,” ungkapnya diakhir sambutannya.

Semantara itu dalam arahan Wakil Gubernur NTB, Hj. DR. Siti Rohmi Djalilah, MPd, yang mengakui bahwa Pemda Lotim memiliki beban terberat dibanding dengan 10 Kab/kota se NTB. Untuk itu kata Rohmi, peran kepala Desa sangaltah penting dalam rangka mendukung program-program pemerintah Lotim. Apa lagi, dengan keberadaan Pendamping desa, Ia merasa senang, karena mereka akan bertugas untuk memnerikan pengawalan dan membantu dalam hal anggaran yang diberikan pemerintah ke desa.

“Saya mengapresiasi kebijakan Pemda Lotim, yang akan memberikan hadiah umroh kepada aparatnya, dengan instrumen-instrumen yang ditetapkan. Dengan demikian akan berpengaruh besar terhadap peningkatan kinerja para aparat desa dalam rangka mendorong percepatan program-program pemerintah daerah,” terangnya.

Wagub menjelaskan, ada tiga katagori desa yakni tertinggal, berkembang dan Mandiri. dari 995 desa yang ada di NTB, terdapat 880 desa berkembang, 9 desa kategori tertinggal dan 87 desa Mandiri. Dari 87 desa mandiri, 26 desa ada di Gumi Patuh Karya ini.

“Untuk itu, saya mengajak dan mari didik masyarakat untuk bekerja penuh semangat menjadi mandiri,” harapnya.

Dikatakan Wagub, Seiring dengan kemajuan desa saat ini, dana yang disalurkan ke desa dari tahun ketahun meningkat signifikan, dalam rangka menujuang kemandirian desa.

Lotim masih terdapat angka kesehatan yang kurang, stunting, gizi buruk masih tinggi dan masih ada orang terisolasi, dan begitu pula pendidikan. Harapnya, hal ini bisa teratasi dengan meningkatnya DD yang diberikan. Diharapkannya juga, dengan pentingnya keberadaan pendamping desa ini akan mampu membatu mengurangi hal-hal tersebut.

“Harapan saya, para pendamping desa dapat bekerja dengan baik sesui dengan tugas masing-masing dan dapat bekerja sama dengan kades melaksanakan program agar tepat sasaran dan kades akan menjadi tombak di desa itu sendiri serta mampu akan mengatasi segala persoalan di desanya,” lugasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, DR. H. Ashari, SH, MH dalam laporannya, menyampaikan 4 point yang harus diperhatikan yaitu  pendidikan,  kesehatan,  lingkungan dan kesehatan.

Harapannya, dana Desa ini harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk kemajuan Desa dengan melibatkan perangkat desa terkait,  harus searah dan seiring. Bila perlu, “Awiq-awiq Desa” dapat dibuat untuk mengikat masyarakat baik itu untuk pernikahan dini,  stanting dan lainnya yg saat ini dihadapi kabupaten Lombok Timur.

“Mari kita satukan niat untuk kebaikan dan kemajuan bersama dan gunakan media sosial sebaik mungkin, jangan dipergunakan untuk menyebarluaskan hoaks, tapi Gunakanlah untuk bersosialisasi kebaikan menuju masyrakat Lombok Timur yang sejahtera,” pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY