Wagub Hadiri Peluncuran Bappeda Zero Waste

0

Mataram, – “Zero Waste” artinya bebas sampah dengan tujuan visioner untuk memandu masyarakat mengubah gaya hidup dan praktik-praktik mereka dalam meniru siklus alami yang berkelanjutan, dimana semua material yang tidak terpakai lagi dirancang untuk menjadi sumber daya bagi pihak lain untuk menggunakannya.

“Bappeda Zero Waste” bisa diartikan menjadikan Bappeda bebas sampah atau seperti dikatakan Wakil Gubernur berikut dengan tujuan menjadikan Pegawai Bappeda sebagai “Agent Zero Waste”.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri peluncuran “Bappeda Zero Waste” Jumat (11/1) di Kantor Bappeda Provinsi NTB.

Wakil Gubernur dalam sambutannya mengapresiasi Bappeda Provinsi NTB yang telah menginisiasi dan menciptakan lingkungan kantor bebas sampah alias zero waste dan bertujuan menjadikan pegawai Bappeda menjadi agen zero waste.

“Saya sangat mengapresiasi Bappedda yang pertama menginisiasi lingkungan zero waste. Ini merupakan bagian penting dari kegiatan-kegiatan besar di Provinsi NTB. Ini merupakan kegiatan yg esensinya sangat penting untuk masa depan NTB. Disini berkumpulnya orang-orang pintar, orang- orang berpendidikan, jadi sangat tepat jika bappeda menjadi pionir zero waste,” ungkapnya.

Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi ini juga menjelaskan bahwa Zero waste merupakan sesuatu yg sangat mendasar dalam kehidupan.
Dan sudah saatnya warga NTB merubah mindset untuk menempatkan kesehatan sebagai prioritas dalam hidup.

“Kenapa sampai kualitas air di NTB rendah, kenapa kualitas air di Bali lebih baik? Jawabannya adalah manusianya,” tegas Ummi Rohmi.

“Kita harus merubah mindset masyarakat untuk punya standar kesehatan yg bagus. Bagaimana keluarga kita punya standar pendidikan yg tinggi. Sebenarnya ini sangat mudah dilakukan, namun karena tidak pernah kita lakukan, akhirnya menjadi sesuatu yang kita anggap remeh. Pemamahan dan esensi kebersihan tidak muncul dari dalam hati,” sambungnya.

Ummi Rohmi berharap setelah launching kegiatan ini diterapkan dan diikuti dengan tanggung jawab moril seluruh pegawai dengan terus-menerus.

“Kita tidak saja berbicara fasilitas dan sarana prasarana, Tempat sampah, tumbler, ini bisa kita beli. Namun mindset tentang kebersihan dan kesehatan menjadi mindset utama dan prioritas utama dalam hidup,” papar Ummi Rohmi

“Kita sebagai pelayan masyarakat. ASN zaman sekarang dituntut untuk bisa memberikan contoh. Pribadi-pribadi inilah yang menjadi contoh bagi masyarakat membawa nama Provinsi NTB. Siapapun kini bisa dikomentari dengan begitu mudah,” sambungnya.

Wagub juga berpesan dan mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama mulai memperbaiki diri. “Yuk kita mulai perbaiki diri. Untuk hal-hal yangg begitu esensi, yang begitu mendasar. Kita akan lihat toilet itu 2-3 bulan kedepan. Apakah toilet itu semakin bersih dan tertata? Jika sampai toilet yg bagus namun 2-3 bulan makin kendor. Akan menjadi aib bagi kita,” tegas Ummi Rohmi.

Ummi rohmi juga mengingatkan untuk tidak buang sampah sembarangan karena menurutnya hal tersebut sebagai kejahatan besar.

“Bayangkan terurainya berapa lama, apalagi jika masuk laut dan terlebih lagi kita merupakan daerah pariwisata,” sambungnya.

Wagub menegaskan bahwa Launching zero waste akan menjadi hebat jika mampu menularkan ke keluarga, ke tetangga dan masyarakat.

“Akan menjadi luar biasa jika 150 pegawai disini menjadi agen zero waste di NTB, kita harus mulai dari diri sendiri. Kita berbicara didepan orang banyak tapi kita juga harus bisa memberikan teladan kebaikan bagi semua orang dan kepada kab/kota lain. Jangan sampai hanya sekedar pencitraan saja. Saya ingin melihat 150 pegawai di bappeda menjadi agen zero waste di NTB. Kita tularkan semangat zero waste ke seluruh NTB,” utup Ummi Rohmi.

Senada, Kepala Bappeda Provinsi NTB Ir. Ridwansyah, M. Sc, MM., MTP juga menyampaikan komitmen Bappeda Provinsi NTB untuk dapat mengurangi dan menyelesaikan sampah mulai dari lingkungan kantor.

“Itulah komitmen kami, dengan jumlah 150 pegawai. Artinya ketika sekali rapat, sekali kegiatan, bisa jadi dalam sehari paling tidak membawa botol dan meminum dari bahan plastik. Insha Allah dalam Sehari 500 botol plastik yang kita bisa kurangi sampahnya,” katanya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon di lingkungan Bappeda oleh Wakil Gubernur didampingi oleh Asissten III, Kepala Bappeda, Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB juga diikuti dengan foto bersama seluruh Pegawai Bappeda.(bn)

LEAVE A REPLY