UULAJ Atur Angkutan Umum Berbasis Online

0

Kabarlombok.com *Mataram*
Wakil Direktur Lalulintas (Wadirlantas) Polda NTB, AKBP Dessy Ismail mengatakan, penyelenggara usaha angkutan umum wajib mematuhi dan menjalankan amanat UULAJ  meliputi, mendukung terwujud dan terpeliharanya keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas (Kamseltibcar Lantas), meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, serta membangun budaya tertib berlalu lintas, dan memberikan pelayanan prima di bidang LLAJ.

Benturan angkutan umum yang eksisting saat ini dengan angkutan berbasis online yang selama ini terjadi,  berkaitan dengan empat hal yakni administrasi dan perijinan, ketentuan dasar penyelenggaraan usaha angkutan umum, ketentuan pengoperasian angkutan umum, dan masalah asuransi.

Namun, Wadirlantas AKBP Dessy Ismail, menyebutkan amanat UU LLAJ itu menjadi landasan bagi angkutan konvensional yang eksis saat ini maupun angkutan yang lazim disebut online, maka perdebatan soal ini tak perlu berlarut panjang.

Ia menegaskan, ini sama juga dengan penumpang pesawat terbang yang memesan tiket melalui aplikasi online dengan yang memesan tiket offline langsung ke agen.

Mereka juga sama-sama mendapat perlakukan dan hak-hak yang sama sebagai penumpang dari maskapai penerbangan, di mana maskapai tetap mengacu pada aturan-aturan standar penerbangan.

“Tatkala kita memesan tiket pesawat secara online lalu apakah langsung bisa terbang sendiri? Standar-standar operasionalnya kan tetap saja masih sama,” katanya.

Menurut Wadirlantas AKBP Dessy Ismail, hal ini juga berlaku bagi moda angkutan darat. Oleh sebab itu, pengaturan-pengaturan secara administrasi, operasional, hingga sistem pertanggungjawaban angkutan umum yang sudah ditaati angkutan konvensional saat ini harus menjadi standar yang sama bagi yang belakangan disebut angkutan online.

Sistem Pendataan Agar Tak Disalahgunakan

AKBP Dessy Ismail memaparkan, di samping itu dengan melaksanakan amanat UU LLAJ maka sistem pendataan bagi angkutan umum perlu dan wajib dibangun untuk memanage pengemudi, kendaraan bermotor, penumpang hingga perjalananya. Bahkan, data terperinci bisa diperoleh sampai kepada siapa penumpangnya, di mana memesannya, berapa harganya hingga siapa penerimanya jika yang menggunakan jasa angkutan berupa barang.

“Data-data ini pun dikendalikan atau dimanage dalam back office yang mampu mewujudkan pelayanan-pelayanan yang prima dan mampu mendukung amanat UU LLAJ. Ini penting, sebab bukan tidak mungkin angkutan umum (berbasis) online ini bisa menjadi kurir teroris, kurir bandar narkoba, pelaku kejahatan, dan berbagai hal yang kontraproduktif dan memicu konflik sosial,” tegasnya. (bn)

LEAVE A REPLY