TGH. Khalilurrahman : Kalau Mau Berkualitas Berproseslah Seperti Santan!

0

 

Kabarlombok.com, LOBAR – Salah satu program tahunan Pondok Pesantren Darul Hikmah NW Tanak Beak Narmada adalah udisium kelas akhir Kulliyatul Muallimin al Islamiyah (KMI) yaitu sistem pendidikan integrated 6 tahun. Udisium  sendiri merupakan proses akhir dari pembelajaran santri yang juga berarti pengukuhan dan pelepasan santri untuk kembali ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tahun ini,  Ahad (29/4) Ponpes Darul Hikmah menyelenggarakan Udisium yang ke 6 dengan jumlah peserta udisum laki-Laki sebanyak 10 santri dan peserta udisum perempuan sebanyak 22 santriwati. Hadir dalam acara udisum tersebut Camat Narmada,  TGH. Hasanain, Tokoh Agama Dan Tokoh Masyarakat serta Wali Santri yang di Udisium.

Pada kesempatan yang berbahagia tersebut Pimpinan Ponpes Darul Hikmah NW Tanak Beak TGH. Khalilurrahman, M.Ag berpesan kepada seluruh santri agar menapaki hidup seperti santan. Untuk menjadi santan yang super menurutnya harus melewati proses yang panjang, mulai dari penanaman bibit kelapa, kemudian menunggu pohonnya tumbuh selama 5-10 tahun agar bisa berbuah dan kemudian di petik dengan cara di lempar dari atas pohon kelapa, setelah itu di kupas lalu di keluarkan isinya dari cangkang. Tidak cukup sampai di situ saja ujar Lulusan IAIN Sunan Kalijaga Jogja ini, kelapa itu harus di parut dan di siram dengan air panas, baru kemudian diperas hingga menjadi santan.

“Bayangkan betapa panjang proses yang di lalui hingga menjadi santan, tapi dengan proses yang panjang itu, betapa berartinya santan bagi ibu-ibu ketika ada acara syukuran di kampung, jika tidak ada santan maka lauk daging tak terasa lezat, hal ini menggambarkan proses panjang menjadi lulusan yang berkualitas penuh kesabaran dan Istiqomah dalam belajar.” terangnya.

Sebagai pimpinan Ponpes sekaligus mewakili dewan guru, TGH Khalil juga  menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh santri dan wali santri kelas akhir, jika selama proses pembelajaran di pondok masih ada yang kurang dalam pembimbingan dan penyampian ilmu.

“Jika ada salah dalam proses berinteraksi di pondok kami minta maaf.” imbuhnya.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Harmain TGH. Hasanain Djuaini, LC, M.hum juga menjelaskan data jika di NTB Masih ada 12,86 % penduduk yang masih Buta Aksara, menurutnya ini berarti masih ada orang pada abad 21 yang tidak bisa baca tulis, lalu dengan tegas beliau berpesan kepada santri alumni,

“jika ingin menjadi pahlawan, selesaikan 12, 86% ini agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa baca tulis, caranya bagaimana? Banyak cara yang bisa kalian tempuh, bisa dengan mendatangi rumah-rumah mereka, atau buatkan tempat khusus kemudian kalian datang dan ajarkan di situ.” tegasnya.

Ia  juga menambahkan penyebab angka buta huruf pada abad 21 karena mereka berhenti belajar, tidak mau mengulangi pelajaran dan belajar ilmu yang tidak bermanfaat.

Sebelum acara berakhir Pjs. Bupati Lobar yang diwakili Camat Narmada mengatakan bahwa Pemuda adalah Generasi Emas Bangsa, Baik Buruknya sebuah Bangsa tergantung pemudanya, sebuah bangsa akan maju jika pemudanya cerdas, kreatif dan inovatif. (bn)

LEAVE A REPLY