TGB Sudah Memaafkan Ni Luh Sebelum Bertemu

0
Ni Luh Djelantik, tiga dari kiri seusai bertemu TGB dan istri, Hj Erica Zanul Majdi. (Dok. Pribadi)

Cerita Dibalik Permintaan Maaf Ni Luh Djelantik Kepada Gubernur NTB.

“Memberikan maaf kepada orang yang meminta maaf, harus kami berikan, itu ajaran agama kami”

Ni Luh Djelantik (kiri)

KABARLOMBOK.COM – MATARAM. Rabu pagi (15/7) rumah Dinas Gubernur NTB terlihat sama seperti hari-hari sebelumnya. Di bagian depan Pos Penjagaan duduk dua orang Polisi Pamong Praja (POL PP) yang sedang menjalankan tugas penjagaan. Tidak ada aktivitas yang mencolok yang terlihat dari luar di sekitar kediaman orang nomor satu di NTB itu.

Sebuah mobil masuk melewati pintu utama yang dijaga Polisi Pamong Praja, mobil tersebut sempat berhenti sesaat, lelaki bertubuh gempal yang duduk di sebelah pengemudi membuka kaca dan mengangguk kepada petugas yang berjaga. Tanpa bertanya Pol PP yang bertugas hari itu langsung memberikan isyarat untuk memarkir kendaraan kepada pengemudi mobil tersebut. Terlihat anggota PoL PP yang berjaga itu mengenal siapa tamu yang datang pagi menjelang siang itu.

Dua orang lelaki dan dua perempuan muda turun dari mobil tersebut, salah seorang lelaki terlihat mengenal sudut-sudut Rumah Dinas Gubernur NTB itu langsung menuju ruang tamu yang biasa digunakan untuk TGB M Zainul Majdi selaku tuan rumah menerima tamu.

Tidak lama menunggu di ruang tamu, keempat orang yang datang siang itu agak sedikit terkejut melihat kedatangan Gubernur NTB didampingi istri Hj Erica Zainul Majdi. Ratih Mutiara Louk Fanggi SH memperkenalkan wanita di sebelahnya. “Pak Gub ini Ni Luh Djelantik dan suaminya Louis,” ucap wanita muda berwajah tirus yang membantu proses pertemuan Gubernur TGB Zainul Majdi dan bintang iklan kopi.

Niluh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih dikenal dengan nama Niluh Djelantik adalah seorang perancang. Ni Luh Djelantik siang itu mengenaikan baju kebaya putih dengan celan jins ketat, ada robek di bagian lutut. Sepatu kulit mode terkini menjadi alas kaki wanita kelahiran Bali, 42 tahun lalu. Suaminya, Louis Kieffer juga ikut mendampingi istrinya bertemu dengan TGB dan ibu Erica.

Senyum khas TGB yang hanya “segaris”, namun tetap terlihat ramah, dan senyum lebar sang istri menyambut keempat tamunya tersebut. Tidak ada terlihat perubahan air muka TGB dengan penampilan tamunya yang “Nyeleneh”. “Saya pertama lihat passion yang dikenakan Ni Luh sempat merasa gimana gitu,” ujar Ratih Lowyer yang turut menemani Ni Luh Djelantik bertemu TGB kepada kabarlombok.com.

Dengan intonasi suara yang cukup lantang desainer sepatu yang telah meraih penghargaan Best Fashion Brand & Designer The Yak Awards 2010 menjelaskan kronologis mencuatnya ke publik status yang diposting di media sosial (facebook) beberapa waktu lalu. Ni Luh menyatakan kehilafannya dengan memposting ungkapan soal Staven yang sedang ramai dibicarakan saat itu

“Dua puluh menit setelah saya memposting status yang meragukan sosok Staven yang menghina TGB itu dan temen saya mengirimkan link youtube akhirnya saya menyadari ada kesalahaan,” beber Ni Luh di depan TGB Zainul Majdi dan Istri seperti yang diceritakan kembali oleh Ratih.

Reaksi TGB Zainul Majdi mendengar langsung pengakuan Ni Luh menurut Ratih datar saja, dengan suara lembut, Gubernur NTB dua priode ini memberikan wejangan kepada Ni Luh.”Memberikan Maaf kepada orang yang meminta maaf, harus kami berikan. Itu ajaran agama kami,” ucap TGB lembut.

Menurut penuturan Ratih yang membantu bertemunya TGB dan Ni Luh Djelantik, istri TGB Hj Erica bahkan sempat mengajak Ni Luh menegok kamar anak TGB  dan berbincang-bincang di kamar tersebut. “Saya terharu sekali melihat susasana kekeluargaan itu,tidak tanpak sekat atara Ni Luh dan istri TGB,” tutur Ratih.

Setelah satu jam bercengkrama, berdiskusi tentang kebinekaan,Indonesia dan hal-hal ringan lainnya, Ni Luh dan suaminya pamit hendak pulang. Sebuah momen tetangkap oleh Ratih, Lowyer yang bernaung dibawah LBH REform ini melihat Loius tiba-tiba meraih tangan TGB dan melihat seksama jam tangan yang dikenakan oleh adik kandung HM Syamsul Luthfi ini.

Dengan suara yang pelan dan berjeda,TGB menjelaskan alasan menggunakan jam tangan tersebut.”Saya ini suka olah raga; sepeda, lari dan lainnya. Jadi jam ini membantu untuk mengukur waktu dan detak jantung saat berolah raga,” papar Ratih menceritakan kembali kepada KabarLombok.com.

Menurut Ratih, TGB dan keluarga sudah memaafkan Ni Luh sebelum datang meminta maaf. Kedua belah pihak sama-sama berjanji untuk saling bertemu lain waktu. (Mil)

LEAVE A REPLY