Terima Kasih Pak Polisi, Kami Berlebaran dan Berlibur dengan Aman dan Bahagia

0

Oleh : Maulana Ardiansyah (Sekretaris Masyarakat Peduli Keselamatan Berkendaraan NTB)

Bertepatan dengan bulan Ramadhan ini, berlangsung Operasi Ketupat 2018 yang kemudian di wilayah Polda Nusa Tenggara Barat di beri nama sandi operasi Ketupat Gatarin 2018. Yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 24 Juni 2018. Menurut Bapak Kapolri, fokus Operasi Ketupat 2018 adalah :

Pertama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.

Kedua, target stabilitas harga pangan jelang Lebaran. Menurut Kapolri, berdasarkan penyataan Menteri Pertanian, Mentari Perdagangan dan Dirut Bulog, stok pangan Lebaran aman.

Ketiga, pengamanan masyarakat dari kejahatan konvensional yang kerap marak jelang Lebaran. Kejahatan tersebut seperti copet, jambret, hipnotis, hingga pembiusan masyarakat. Target keempat, yakni mengamankan masyarakat dari ancaman terorisme. Ia memastikan, jajarannya akan tidak akan berhenti untuk menumpas terorisme meski jelang Lebaran. (Kompas.com, 4/6).

Menurut Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri, M.Hum, Operasi Ketupat Gatarin tidak saja mengurus masalah lalu lintas, potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas, namun termasuk ancaman tindak terorisme jadi perhatian (Cendananews.com, 10/6)

Dirlantas Polda NTB, KBP Arman Achdiat, S.IK menyampaikan “ Sebagai yang diberi tanggungjawab terhadap lalu lintas di Polda NTB, kami mengimbau kepada semua masyarakat NTB agar tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Lebih-lebih bulan ini adalah bulan Ramadhan, bulan yang seharusnya kita semua berbuat yang terbaik termasuk taat berlalu lintas” (Kicknews.today, 6/6). Dirlantas Polda NTB ini merupakan Kepala Satuan Tugas Operasi Ketupat Gatarin 2018.

Masyarakat NTB dikenal sebagai masyarakat yang religius. Salah satu ciri yang tampak adalah ramainya kegiatan keagamaan. Selama bulan Ramadhan 1439 H, berbagai kegiatan di Masjid dan diberbagai tempat semarak. Bahkan setelah lebaran dengan adanya syawalan yang lebih dikenal dengan Halal Bi Halal, hingga momen lebaran topat yang dirayakan biasanya tujuh hari setelah idul fitri.

Padatnya kegiatan masyarakat, berkumpul melaksanakan ibadah sholat tarawih, berbuka bersama, berbelanja, menghadiri pengajian, hingga arus mudik dan balik tentu membutuhkan pengamanan dan penjagaan yang maksimal. Melalui Operasi Ketupat Gatarin 2018. Kesiapan dan kesigapan pihak Kepolisian dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat patut di acungi jempol dan diberi apresiasi setinggi-tingginya. Setiap selesai Ashar sekitar jam 16.00 Wita, polisi sudah standby berjaga-jaga di beberapa titik keramaian, seperti simpang empat, putar balik, sentra kuliner, pusat belanja, dan titik-titik kerawanan lainnya. Jika ada kemacetan, itu terjadi karena padatnya arus kendaraan, bukan akibat dari kurangnya pengaturan dari pihak kepolisian.

Mereka berjaga sampai tengah malam, khususnya di tempat-tempat belanja yang masih ramai dikunjungi hingga larut malam.

Operasi Ketupat Gatarin 2018 ini merupakan Operasi Kemanusiaan (mediaindonesia.com, 1/6). Karena itu petugas Pam meminimalisir tilang atau penindakan, lebih banyak pada tindakan himbauan, peringatan, dan tindakan preventif lainnya. Masyarakat sangat merasakan dampak manfaat dari polisi dalam operasi ketupat Gatarin ini.

Sebagai anggota masyarakat, tentu peran polisi dalam menjaga kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan Ibadah di bulan Ramadhan, berlebaran, dan berlibur wajib diapresiasi. Segala bentuk kekurangannya adalah hal yang wajar. Selama Operasi Ketupat Gatarin 2018, di samping menjaga jalan raya, Tim Operasi Ketupat Gatarin 2018 juga berpatroli di beberapa perumahan kosong dengan membentuk Satgas Rumah Kosong (kataknews.com, 23/6). Dan juga melaksanakan survei harga pangan untuk mengontrol melonjaknya harga selama Ramadhan dan khususnya menjelang Ramadhan.

Berbagai kegiatan Kepolisian dalam Operasi Ketupat Gatarin 2018 ini adalah bentuk pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat. Terima kasih Polri, Kami berlebaran dan berlibur dengan bahagia.

LEAVE A REPLY