Tahun ini Pemkab Lotim Gagal Raih Penghargaan Adipura

0

kabarlombok.com | Lombok Timur

Adipura merupakan penghargaan bagi kab/kota di Indonesia yang berhasil dalam bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan di daerahnya. Penghargaan ini terdiri dari Adipura kencana, Adipura dan Sertifikat serta Plakat yang akan diberikan kepada daerah sesuai hasil penilaian dan syarat-syarat untuk meraihnya.

Tahun ini penilaian dan persyaratan untuk meraih penghargaan yang diselenggarakan Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan semakin ketat. Adipura kencana diberikan kepada Kabupaten/Kota yang selain memenuhi syarat kota berkelanjutan juga harus sudah meraih anugerah Adipura  minimal tiga kali berturut-turut.

Berikutnya penghargaan Adipura diberikan kepada Kabupaten/Kota yang dinilai telah berhasil mewujudkan kota bersih, teduh, sehat dan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik.

Ada pula penghargaan berupa Sertifikat dan Plakat yang diberikan kepada Kabupaten/Kota yang memperlihatkan peningkatan kinerja lingkungan hidup yang semakin baik.

Tahun 2016 yang lalu cukup banyak kab/kota yang meraih penghargaan Adipura, seluruhnya berjumlah 99 kab/kota namun tahun ini menurun yaitu sebanyak 22 kab/kota dengan rincian 6 kabupaten/kota meraih Adipura kencana dan 16 kab/kota meraih Adipura. Sedangkan yang diberikan Sertifikat dan plakat sebanyak 101 kab/kota se-Indonesia.

Kriteria penilaian yang semakin ketat dan ditingkatkan sehingga makin banyak kabupaten/kota yang gagal memenuhi kriteria untuk meraih piala Adipura pada tahun ini termasuk Kabupaten Lombok Timur.

Hal itu disampaikan Kabag Humas & Protokol Setdakab Lotim Ahmad Subhan, SH. Meskipun secara umum, kebersihan lingkungan kota Selong sudah terkelola dengan lebih baik setelah terbentuknya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota.

“sebagai evaluasi, kita perlu terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk perbaikan ke depan termasuk pengelolaan sampah di TPS maupun di TPA. Beberapa kali  Lombok Timur  pernah meraih penghargaan Adipura, namun bagi Pemda Lombok Timur, hasil penilaian Adipura bukanlah tujuan akhir” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang utama adalah bagaimana Pemda melalui Dinas terkait terus memacu diri meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi dan membangun kesadaran masyarakat serta dunia usaha dalam bidang kebersihan dan lingkungan hidup.

“Masalah kebersihan dan lingkungan hidup merupakan persoalan kita bersama, maka mari kerja bersama dengan terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk pelayanan masyarakat yang semakin baik dan berkualitas khususnya bidang kebersihan dan lingkungan hidup” tutupnya.

LEAVE A REPLY