Sukses di Fashion, Purwaningsih: “sukses juga melenggang ke senayan”

0

MATARAM, – Banyaknya tokoh NTB yang malang melintang di tingkat pusat menunjukkan NTB sangat diperhitungkan. Salah satunya Srikandi pembaharu Dra. Hj. Purwaningsih Sutiarti. Ia merupakan tokoh wanita yang sudah lama berkiprah di dunia fashion dengan label brand “Tara Tami” yang diambil dari nama kedua putrinya Tara dan Tami, dan kini sudah melambungkan namanya dengan banyaknya ajang pameran di tingkat Nasional maupun Internasional yang diikutinya.

Pernah tercatat sebagai salah satu juri Festival Film Indonesia, penerima penghargaan “Profesi Award” ini
tidak banyak ditahu bahwa Purwaningsih yang akrab disapa Nining ini pernah menjadi dosen di STIA Mataram, juga Office Manager di Harza Engginering Company mataram, dan Bank Summa Mataram sebelum hijrah ke Jakarta.

Alumni SMAN 1 Mataram ini juga dikenal sebagai motivator di bidang bisnis.

“Kiat suksesnya adalah optimis, kerjakan yang kita sukai, tekuni pasti bisa,” ujar Nining.

Ternyata ia kerap mempromosikan kain tenun NTB di pasar Internasional seperti beberapa waktu lalu tenunan NTB dan pakaian terpajang di salah satu museum di Jepang selama 6 bulan dalam rangka “Indonesia Kain Party 2018”.

“NTB khususnya Lombok menyimpan banyak keunikan. Terutama budaya dan produk yang dihasilkan mampu memukau banyak pihak,” ungkapnya.

Sebagai srikandi NTB, iamenyimpan banyak keinginan. Salah satunya, ingin meningkatkan kualitas sumberdaya manusia khususnya kaum perempuan terutama di bidang kerajinan tenun.

“Agar perempuan NTB khususnya Lombok lebih kreatif dan mampu memanfaatkan perkembangan tekhnologi,” sambungnya.

Di tahun 2002 ia memulai usaha dan bukan hal yang mudah bagi orang daerah apa lagi dikota besar seperti Jakarta bisa tetap eksis pasalnya persaingan sangatlah berat.

“Dengan ketekunan saya bisa bertahan dan mampu menjangkau selera jakarta. Sudah banyak juga kita lakukan eksport ke malaysia dan singapore sejak 2003 hingga 2010,” kisahnya.

Nining terus fokus mengembangkan clothing line ini hingga suatu hari ditahun 2003 diajak bergabung  dengan Metro Dept Store hingga kini koleksi busana TaraTami bisa ditemui di Metro Dept. Store  yang berada di Jakarta Pondok Indah Mall, Plaza Senayan, Gandaria city, Bandung, Makasar dan solo.

“Brand TaraTami selalu mempunyai ciri khas selalu ada sedikit sentuhan bordirnya di busana yg diproduksi. Ciri khas ini mengantarkan kita untuk selalu tampil di ajang pameran Asia, Eropa, Afrika, Jepang, Amerika,” pungkas Nining.

Menggeluti bisnis fashion membuat Nining istri dari H.Ir Peter Frans ini juga sarat akan penampilan yang fashionable, ia lebih suka style sendiri dibandingkan harus ikut-ikutan dengan trend yang belum tentu cocok buatnya.

Dari Fashion ke Dunia Politik, Yakin Duduk di Senayan

Purwaningsih Sutiarti terus menebar “virus” positif kepada masyarakat. Selain sebagai pengusaha yang matang ,kali ini dia juga terjun ke dunia politik. Bergabung dengan Partai Golkar dan menjadi calon Anggota DPR RI nomor urut 5 untuk daerah pemilihan NTB 2 Pulau Lombok.

Dia sangat bersemangat membangun jejaring. Termasuk bertemu masyarakat diberbagai wilayah di Pulau Lombok. Tidak sulit baginya untuk meraup perhatian publik. Terlebih, Purwaningsih memang besar di lingkungan masyarakat Lombok.

“Ite pade ite wah. Saya juga kan nggak kemana-mana, pulangnya ya pasti ke Lombok,” ujarnya dalam logat sasak sambil tersenyum.

Alumni STIE Malangkucecwara Malang ini ingin memotivasi kaum perempuan NTB untuk lebih berani mengaktualisasikan diri. Artinya memanfaatkan teknologi informasi dengan cerdas agar bisa bersaing.
Dia menilai, banyak peluang yang dapat dimanfaatkan kaum perempuan NTB. Tidak terkecuali kaum milenial. Kegigihannya membangun jejaring patut menjadi contoh. Menurut Nining, butuh kerjasama kuat untuk dapat bangkit dan memenangkan pertarungan

Politisi perempuan Partai Golkar ini optimistis masyarakat NTB khususnya Lombok dapat bangkit dengan cepat. Mampu mengejar ketertinggalan di segala bidang meski sempat mendapat musibah yang berat beberapa waktu lalu. Yang penting itu kerjasama. Saling bantu membantu, bergotong royong dan saling mengaitkan.

“Saya optimistis kita bisa bangkit bersama menuju kesuksesan,” pungkasnya penuh optimisme.(bn)

LEAVE A REPLY