Sisi Lain Jalan Sehat Bareng Tiga Tokoh Ganteng

0
Ketua DPW Nasdem bersama Ketua Wilyah NW didampingi oleh Ramadagan Pohan Pengurus DPP Denokrat

SBY Datang ! Kerinduan Tiga Puluh  Ribu Massa “Terobati” SBY

Hari Minggu pagi biasanya orang lebih bermalas-malasan di rumah atau sekadar jalan-jalan di sekitar kompleks perumahannya. Tak ada kesibukan seperti hari-hari kerja. Anak-anak tak berangkat sekolah, hanya ibu yang sibuk menyiapkan kebutuhan pagi, memasak atau membersihkan rumah. Selebihnya menonton tv atau sibuk dengan gadgetnya, bahkan beberapa masih tertidur pulas habis begadang semalam.

Laporan Kamiluddin, Mataram

Angin pagi masih terasa dingin di seputaran Kota Mataram. Kendaraan roda dua maupun empat di jalan Pejanggik Kota Mataram NTB masih belum banyak. Jalan pejanggik yang biasa disebut dengan jalan protokol merupakan jalan antara Kantor Walikota Mataram dan kantor Gubernur NTB, biasanya diramaikan oleh pasukan kuning.

Namun, Minggu pagi (7/5) sekitar pukul 05.30 wita dari berbagai ruas jalan  yang ada di Kota Kenari ini, sekelompok orang, dari usia anak-anak, muda dan tua bergerombol dengan langkah sigap. Dari langkah lebar mereka terlihat terburu-buru hendak menuju suatu tempat.

“Kan kita mau ikut jalan sehat bersama TGB,SBY dan AHY  di Lapangan Sangkareang,” tukas Yulianti Warga Monjok Mataram kepada KabarLombok.com.

Yulianti yang mengapit lengan rekannya sesame perempuan berusia sekitar 30 tahunan tersebut bergegas menyeberangi jalan depan Hotel Santika yang berada persis di depan Lapangan Sangkareng. Dibeberapa pojok Lapangan tua milik Pemerintah Kota Mataram itu sudah berkumpul beberapa orang namun masih bisa dihitung.

Tidak sampai 15 menit Susana bekas lapangan sepak bola itu riuh rendah, entah dari mana datangnya orang-orang tiba-tiba sudah menjadi lautan manusia di pagi buta itu. Kerumunan itu tidak saja di Lapangan Sangakreang, namun meluber ke jalan yang ada disisi selatan dan utara lapangan. Menyemutnya orang-orang yang datang dari berbagai sudut Kota Mataram ini memaksa mobil taksi yang biasa berjajar menunggu penumpang di sejumlah Hotel di dua sisi Lapangan Sangareang “kabur” menghindari kerumunan massa.

“Gila, ini orang-orang datang darimana saja?” celtuk salah seorang pegawai Hotel Santika Mataram terkagum-kagum.

Jalan Sehat yang digelar oleh Panitia Rakernas Partai Demokrat ini memang tidak dipungut biaya alias gratis, bahkan peserta jalan sehat diberikan voucher makan gratis dan kupon dorrprize. Untuk mendapatkan hadiah yang akan diundi dengan nomor peserta, panitia mencatat pendaftaran di tempat pagi itu juga.

Sebelum jalan Sehat di mulai pukul 07.00 Wita, puluhan ribu orang ini melakukan senam bersama. Nampak hadir ketua DPW Nasdem NTB  yang juga Wakil Gubernur NTB H Moh. Amin dan Istri Ibu Syamsiah Amin. Senyuman khas Wagub menyapa satu persatu masyarakat yang hadir dalam kegitan massal tersebut.

Dan jalan Sehat bersama tiga tokoh yang sedang menjadi Media Darling Nasional yakni TGB Zainul Majdi-Gubernur NTB, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Mantan Presiden RI ke-6 dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin jalan kaki massal menuju jalan Udayana di sebelah utara Kantor DPRD NTB.

Sejak tiba dilokasi star jalan sehat hingga Taman Udayana ketiga Tokoh “Gagah” ini dengan sabar melayani ribuan peserta jalan sehat untuk berselfi. Luar biasa, tiga tokoh yang sedang menjadi bahan pemberitaan media cetak maupun online ini “super” sabar melayani dengan senyum yang tidak terlepas.

“Kita ikut jalan sehat ini bukan semata-mata berharap dapat hadiah dua sepeda motor, tapi ingin berfoto dengan tokoh idola kita,” ucap Tahir Royaldi warga Desa Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur.

Dengan seyum sumringah Tahir, memperlihatkan potonya bersama AHY dan lalu mempostingnya di akun Facebook miliknya. Bukan saja masyarakat dari semua kabupaten yang ada di NTB yang “berburu” poto bersama tiga tokoh nasional ini. Bahkanan panitia pun, menyempatkan diri berselfi disela-sela jalan sehat bersama politisi nasional yang datang bersama Ketua Umum Demokrat seperti Ramdhan Pohan, Roy Suryo dan sebagainya.

“Waduh tidak sanggup menembus kerumuman untuk berfoto dengan TGB, AHY maupun SBY, dengan tokoh nasional dan tokoh NTB saja susahnya,” keluh Agus salah seorang panitia lokal Rakernas.

Butuh waktu hampir tiga jam ditempuh dari Lapangan Sangkareang menuju Jalan Undayana. Jarak antara lokasi start menuju finis sekitar 3 km, namun “meledak” peserta yang sebelumnya ditaksir sekitar sepuluh ribu orang, namun kenyataannya tiga kali lipat yang hadir. Karuan saja melimpahnya massa ini membuat sesak Jalan udayana.

Pukul 10. 00 Wita SBY, TGB dan AHY serta ibu Ani Yudhoyono sampai di tugu monumen Bumi Gora Lokasi acara puncak jalan sehat dengan menandatangani Stop Hoax dan fitnah pada banner yang telah disediakan. Ribuan massa yang sudah menunggu sejak satu jam ini histeris menerikakan nama SBY. Dikerubuti riuhan orang, SBY bukanya menghindar atau meminta petugas untuk menenangkan massa, malah mendekat dan menyapa. Sambil menjabat tangan warga SBY juga santai melayani foto bersama.

Dalam kampanye gerakan Stop Hoax dan Fitnah untuk memperingati Hari Kebebasan Pers telah berhasil memcahkan Rekor MURI melalui penandatanganan petisi dengan peserta terbanyak yakni sebanyak 9.709 orang.

Melihat makin tak terkendalinya massa, barulah pihak keamanan mengambil insiatif melakukan pagar betis dengan membentangkan tangan supaya massa segera tertib. Karena luapan emosi kegembiraan melihat langsung dari dekat SBY, TGB dan AHY “tumpukan” massa ini terus meningkat dan tiga Tokoh Nasional ini pun didaulat naik panggung utama.

Di depan panggung,sudah menunggu sekitar 500 orang  anak usa remaja dominan wanita, terikan memanggil tiga tokoh nasional ini pun kembali pecah. “Pak SBY, AHY, TGB!!” teriak mereka tanpa dikomnado. Teriakan remaja putri ini disambut lemparan topi dan baju kaos Partai Demokrat berlambang Bintang Mercy oleh AHY. Sebuah hiburan yang “memeras” emosi juga di lakukan TGB, dengan maju ketepi panggung dan memberikan buku “Twiter SBY”, gaya TGB beda dengan AHY, TGB menujuk langsung remaja putri yang hendak diberikan buku “Twiter SBY”, dengan setengah membungkuk TGB menyodorkan. Akibatnya ratusan pasang tangan hendak meraih buku tersebut, namun dengan tangkas remaja puri yang ditunjuk mendekap buku tersebut setelah disodorkan TGB.  Pemandangan ala “konser grup Band” terkenal ini hanya berlangsung lima menit. Setelahnya susana formal kembali seperti acara partai politik lainnya.

LEAVE A REPLY