Setujui Retail Modern, Bupati Lotim Telan Ludah Sendiri

0

Keputusan Pemkab Lotim mengamini izin pembangunan ritel modern kepada salah satu PT sangat disayangkan. Tidak tanggung-tanggung Pemkab Lotim mengizinkan 30 titik baru untuk retail modern.

Pemkab Lotim Terkesan menelan ludah sendiri, Bupati Lombok Timur pada saat kampanye dengan jelas mengatakn soal pronya kepada pedagang tradisional dan akan melakukan Pembatasan terhadap retail modern. Janji politik Bupati kala itu menjadi ASA Masyarakat yang kecewa kepada Bupati sebelumnya.

Dimasa New Normal ini harusnya Pemda memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, Bukan malah mengeluarkan Izin Retail Modern. Pedagang tradisional tidak aple to aple bersaing dengan korporasi, belum lagi cara dagang yang tradisional, tak secanggih korporasi. Membangun ritel modern sama halnya memperparah kondisi ekonomi masyarakat.

Pemkab terkesan tak memikirkan masyarakat dalam meningkatkan pendapatan mereka. Pemkab seharusnya dengan kesadaran akan kekuarang mampuan masyarakat dalam mengembangkan aktivitas ekonomi mereka kemudian memunculkan solusi selain membangun 30 ritel modern. Kebijakan ini hanya akan memperparah keadaan pedagang tradisional.

Pedagang tradisional dalam konteks ini terkesan dirugikan oleh pemeritahnya sendiri yang seharusnya memang pemerintah harus pro ke mereka dengan menghadirkan kebijakan yang lebih baik daripada memberi izin untuk membangun 30 titik ritel modern. Ritel modern yang sudah adapun cukup menjadi alasan untuk membuat kebijakan mengurangi ritel modern yang ada.

Pemkab lebih baik memberi kebijakan yang bagus untuk masyarakat. Ada banyak sekali sumber daya alam yang mereka tak mampu ekslporasi. Mereka adalah orang yang paling lelah dalam menjalankan roda kebutuhan orang-orang dan merekalah yang mendapatkan harga yang paling sedkit, belum lagi mereka rugi-buntung, kerja mereka tak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan.

Dengan kesadaran bahwa kondisi masyarakat yang lemah dalam hal skill-kognisi, seharusnya pemerintah mendukung mereka dengan mempermudah pendidikan mereka, sehingga mereka mampu mengolah apa yang mereka punya. Dalam konteks ini lambat laun masyarkat akan menjadi pesaing yang aple dengan korporasi.

Kebijakan memberikan izin saat ini tidaklah tepat. Pemerintah penting bersabar dalam hal ini. Karena memang pendidikan adalah sesuatu yang disemai di masa depan. Namun ini akan lebih baik daripada menhadapkan korporasi dengan pedagang tradisional. Idealnya kebijakan untuk memperbaiki sumber daya manusia lebih nyata daripada pemberian izin membangun ritel modern.

Kebijakan perbaikan sumber daya manusia akan memberikan dampak yang lebih bagus untuk lombok timur di masa depan. Dengan kondisi biaya pendidikan yang cukup membebani masyarkat serta kebijakan yang tak berpihak kepada pedagang tradisional sekali lagi akan membebani masyakat kembali. Sehingga kebijakan ini penting-perlu dipikirkan kembali oleh pemkab dalam rangka menemukan kebijakan yang proporsional dalam memperbaiki kondisi pedagang tradisional dan tentunya masyarkat secara umum.

Zulkarnaen : Kader HIMMAH NW Lotim

LEAVE A REPLY