Sail Moyo Tambora 2018 Angkat Wisata Bahari NTB ke Kancah Internasional

0

Kabarlombok.com *Mataram*
MATARAM – Indonesia kembali mengambil bagian sebagai destinasi
lintasan event internasional World Sail 2018 yang akan dilalui ratusan
kapal Yacth dari berbagai negara.

Tahun ini Rally Sail Indonesia mengangkat branding Sail Moyo-Tambora
2018 sebagai branding nasional, setelah tahun-tahun sebelumnya
mengangkat branding Sail Sabang, Karimata, dan Bunaken.

“Tahun ini, rally Sail Indonesia akan mengangkat branding Sail
Moyo-Tambora, sehingga ini menjadi moment yang baik untuk
mempromosikan potensi wisata terutama wisata bahari di pulau Sumbawa,”
kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Mohamad Faozal.

Sekitar 140 Kapal Yacth akan melintasi jalur Sail Moyo-Tambora di
perairan Indonesia. Tahun ini para peserta mulai berlayar dari dua
lokasi start berbeda. Sebagian dari Darwin, Aurtralia, dan sebagian
lainnya dari Singapura sejak awal Juni mendatang.

Kapal-kapal layar ini kemudian akan berkumpul di kawasan Labuhan Bajo,
Flores, NTT pada awal September nanti, untuk kemudian bersama-sama
menuju lokasi puncak kegiatan di Teluk Saleh yang menjadi bagian dari
kawasan minapolitan Samota (Saleh, Moyo, Tambora) di pulau Sumbawa,
NTB.

“Puncak acara dilaksanakan di Teluk Saleh kawasan Samota tanggal 8
September, jadi sekitar 140 kapal yacht dari 35 lebih negara akan
melintasi perairan kita khususnya di Sumbawa,” katanya.

Faozal mengatakan, promosi eksotisme maritim di pulau Sumbawa akan
lebih maksimal dalam Sail Moyo Tambora 2018, sebab kegiatan ini
melibatkan empat Kementerian/Lembaga yang juga memiliki kegiatan dalam
setiap rangkaiannya, selain Kemenpar RI.

Selain itu, dari sisi waktu, kata dia, rangkaian Sail Indonesia dengan
branding Sail Moyo Sumbawa 2018 itu, akan menghabiskan waktu cukup
lama di wilayah Nusa Tenggara Barat ini sejak 8 september hingga 22
September nanti.

“Rangkaiannya akan diisi dengan beragam kegiatan mulai dari pameran,
bazar, dan lain sebagainya,” tukasnya.

Seperti biasa, dalam kegiatan World Sail Internasional itu, para
peserta Sail pasti akan menghabiskan waktu beberapa hari di setiap
pelabuhan yacth yang disinggahi. Jika diasumsikan 140 Yacht
masing-masing membawa 2-4 penumpang, maka diperkirakan potensi masuk
wisatwan di NTB bisa mencapai 500 orang.

Untuk kawasan yang disinggahi, efek domino kehadiran para peserta Sail
ini juga akan berdampak bagi masyarakat terutama para pelaku UMKM.
Sebab, para wisatawan ini akan membeli perbekalan dan juga cinderamata
di destinasi tersebut.

Faozal menjelaskan, dalam Sail Moyo Tambora 2018 ini, sedikitnya lima
Kabupaten dan Kota yang ada di pulau Sumbawa juga akan mengambil
bagian dalam mempromosikan potensi pariwisata mereka. Sementara di
Lombok, para peserta juga akan berlabuh di Pelabuhan Yacht Medana
Resort di Desa Medana, Lombok Utara.

Tahun ini, papar Faozal, seremoni penyambutan di Lombok akan dilakukan
di kawasan Gili Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Hal ini
dilakukan sekaligus mempromosikan kawasan Gili Mas yang saat ini
tengah berjalan megaproyek nasional Gili Mas Port yang kelak juga
menyediakan fasilitas dan pelabuhan khusus bagi kapal Yacht.

“Puncak kegiatan di Gili Mas akan dilaksanakan pada 22 September.
Selain empat kementerian dan lembaga, Sail Indonesia dengan branding
Sail Moyo-Tambora 2018 juga didukung oleh TNI AL yang akan menggelar
Sail Pass dan lainnya menggunakan KRI,” tambah Faozal.

Event Sail Indonesia dengan branding Sail Moyo Tambora 2018 diharapkan
bisa mengangkat potensi wisata bahari NTB ke kancah internasional. (bn)

LEAVE A REPLY