Rio : “Gelar Pahlawan Nasional Mestinya Bersuka Cita, Bukan Jadi Polemik”

0

Kabarlombok.com – Mataram.
Penganugrahan gelar Pahlawan Nasional yang disematkan Presiden Joko Widodo kepada Almagrfurullah Maulana Syeh TGKH Muhammad Zainuddin Majid seharusnya disambut dengan perasaan bahagia dan suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat di NTB, bukan dengan memunculkan polemik yang tidak perlu.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor : 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional salah satunya kepada Maulana Syekh TGKH Zainuddin Abdul Majid, menjadi hadiah tersendiri bagi Masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Hal itu disampaikan Rio Ramabaskara, Sekretaris LBH DPP Partai HANURA dalam saat dihubungi kabarlombok.com, Kamis (9/11) malam.

Rio juga menambahkan, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Almarhum Maulana Syekh TGKH Zainuddin Abdul Majid sudah memenuhi kriteria dan/atau Syarat-syarat baik syarat Umum maupun Syarat Khusus sebagaimana termaktub di dalam perundang-undangan yakni UU No 20 tahun 2009.

“Proses administrasi permohonan pengajuan status pahlawan nasional bagi Alm Maulana Syekh, sudah melalui mekanisme yang disyaratkan dalam Pasal 52 PP No.35/2010, Maulana Syekh TGKH Zainuddin Abdul Majid selama ini dikenal sebagai tokoh NTB yang selalu memperjuangkan kokohnya nilai-nilai kebangsaan,” kata Rio yang asli Dompu ini.

Maulana Syekh dikenal sebagai penggagas gagasan nasional religius yang menjadi cikal bakal lahirnya Nahdlatul Wathan tahun 1934 di NTB. Maulana Syekh dikenal sebagai sosok penggagas dan pengembang nasionalisme religius untuk kemerdekaan Indonesia.

“Beliau telah mewujudkan gagasan tersebut dengan membentuk organisasi modern berbasis religius,” ujarnya.

Organisasi yang dimaksud yakni Nahdlatul Wathan (NW) sebagai yang difokuskan pada penyelenggaraan lembaga pendidikan kepada rakyat Lombok, sehingga tumbuh menjadi pendukung kuat kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. “Ini merupakan kontribusi nyata beliau untuk NTB khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambah Rio.

Namun, sebagai sesama politisi sangat menyesalkan Sikap Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB H. Hamja yang menilai bahwa ada Politisasi dalam Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tersebut. Karena hal tersebut sama saja mengingkari Pengorbanan dan dedikasi Maulana Syekh Selama ini.
Sikap Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB tersebut, menurut Rio lebih lanjut selain sangat tendensius dan subyektif, tentu sikap tersebut disandarkan pada ego sektoral tanpa memperhatikan kondisi secara de Facto dan de Jure.

“Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tersebut tetaplah harus disambut dengan gembira dan menjadikan hal tersebut sebagai Momentum untuk kembali memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Masyarakat Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya. (Ko)

LEAVE A REPLY