Rebo Bontong Di Tuding Syirik, Pemuda Peringgabaya Berang

0

Kabarlombok.com – Mataram

Pernyataan Pemilik akun Rinjani Tv yang menyebut kegiatan perayaan Rebo Bontong di Peringgabaya Lombok Timur bentuk perbuatan syirik menuai kecaman. Ketua Persatuan Pemuda Peringgabaya Muhlisin menuding Rinjani Tv ” tidak faham tradisi dan budaya Lombok.

Beberapa akun di media sosial seperti Facebook  memposting perayaan Rebo Bontong perbuatan syirik. Rinjani Tv salah satu akun terang-terangan menyebut ritual tersebut merusak keyakinan umat Islam. Bahkan ritual Rebo Bontong tersebut dituding sebagai salah satu penyebab terjadinya gempa Lombok.

Atas penyematan akun Rinjani Tv tersebut Ketua Pemuda Peringgabaya Muhlisin geram. Dia meminta pemilik akun Rinjani Tv untuk tidak sembarangan menyematkan lebel syirik terhadap budaya dan tradisi masyarakat Lombok.

“Perayaan Rebo Bontong itu tradisi masyarakat Lombok dan mengandung filosofi yang dalam. Ritual Rebo Bontong dimaknai sebagai cara manusia berhubungan  dengan Tuhannya,” papar Muhlis.

Ditambahkannya, prosesi ritual Rebo Bontong bertujuan untuk meminta perlindungan manusia dari musibah dan bala’. Perayaan Rebo Bontong bukan saja dilakukan oleh masyarakat Peringgabaya, namun oleh semua masyarakat Lombok dengan cara yang berbeda-beda.

Pernyataan Rinjani Tv soal perayaan Rebo Bontong yang dianggap perbuatan Syirik itu dikhawatirkan akan  menimbulkan kesalah fahaman ditengah masyarakat.

“Ritual Rebo Bontong sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu dan hari ini ada penganut faham tertentu menyebut ritual tersebut syirik, jelas kami masyarakat Peringgabaya mengecamnya,” seru Aktivis Mahasiswa ini.

Muhlis berharap Rinjani Tv dan pemilik akun lainnya di media sosial agar bijak mengeluarkan statmen terutama menyangkut tradisi dan budaya yang mengakar ditengah masyarakat Lombok. Menurutnya pihak-pihak yang menuding ritual maupun tradisi masyarakat sebagai bentuk menduakan Allah sangat rentan memecah belah masyarakat.

“Alangkah lebih bijak jika Rinjani Tv dan pemilik akun lainya untuk Tabayyun dengan tokoh adat maupun tokoh agama yang lain sebelum memberikan label syirik,” pungkas tokoh muda Peringgabaya ini.(ml)

LEAVE A REPLY