Rapat Bersama TGB, Mensos Segera Salurkan Bantuan ahli waris Korban Gempa

0

Kabarlombok.com – Mataram

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi menggelar rapat rencana aksi cepat tanggap bencana di Mataram pada Senin malam (6/8).Di pimpin langsung Menteri Politik Hukum dan Keamanan yang didampingi Menteri Sosial, Idrus Marham, rapat tersebut membahas penajaman untuk memaksimalkan penanganan dampak  bencana gempa 7,0 SR yang mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa.

Menkopolhukam, Wiranto menyampaikan jika keberadaanya di NTB atas perintah Presiden untuk memimpin aksi cepat, terkait tanggap darurat bagi para korban. Seperti berkoordinasi serta bertindak cepat.

“Apa yang dibutuhkan saat ini tinggal dikomunikasikan dengan menteri sosial. segera tetapkan siapa mengurus apa dan dengan cara apa, sehingga korban tidak banyak,” jelasnya.

Sementara itu Mensos, idrus Marham menjelaskan hal yang perlu segara dilakukan adalah mengatasi rasa trauma dan kepanikan masyarakat.

“Apalagi kepanikan itu terkait dengan isu tsunami yang akan terjadi dan menimpa masyarakat. Padahal itu semua tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Harus kita pulihkan segera,” tegas Mensos.

Hal kedua menurutnya adalah mengatasi persoalan-persoalan mendasar yang dibutuhkan masyarakat terdampak, dapur mobile dapat dikerahkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Untuk melakukan itu semua sambungnya diperlukan kekuatan dari keterpaduan semua pihak.

Mensos juga akan segera menyalurkan bantuan ahli waris, sebesar 15 juta rupiah. Untuk itu, ia meminta agar segera dilakukan inventarisasi jumlah korban, jumlah keluarga dan jumlah rumah yang rusak.

“Saya minta, besok jadwalkan penyerahan bantuan itu,” pintanya singkat.

Gubernur NTB juga telah memerintahkan segenap jajarannya, baik Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kadis Sosial, Kadis PU, Kadis Perumahan, dan Kadis Kesehatan serta jajaran TNI dan Polri untuk segera bergerak membantu masyarakat yang terkena musibah.

Gubernur menugaskan Danrem 162/WB sebagai pengendali lapangan, sebab TNI memiliki kecakapan dan pengalaman dalam penanggulangan bencana.

“Kita harapkan secepatnya sudah terorganisasi untuk turun semuanya, sehingga dari pusat, dari provinsi, dan dari kabupaten bisa bergerak bersama-sama dalam menangani korban gempa,” ujarnya.

Ia sempat mengunjungi langsung lokasi bencana dan menengok para korban bencana Gempa.

“Ya tadi sejak semalam saya mengunjungi RSUP dan langsung menuju Lombok Utara tepatnya di depan kantor Bupati KLU melihat langsung pelaksanaan tanggap bencana,” tutur TGB.

Gubernur juga memerintahkan masing-masing OPD untuk turun langsung ke lapangan.

“Wilayah terdampak gempa cukup luas. Sehingga tidak mungkin untuk diserahkan pada instansi tertentu, walaupun sudah diturunkan pasukan masih tidak cukup memadai untuk mengatasi masalah,” ungkapnya.

Ia berharap kepada instansi vertikal untuk turun membantu TIM di lapangan, sehingga koordinasi dan integrasi diantara pihak terkait sangat diperlukan.

Gubernur yang kerab disapa TGB ini meminta sumberdaya OPD memaksimalkan kemampuannya untuk beramal jariyah, memaksimalkan tanggap bencana baik untuk rekonsiliasi maupun rekontruksi.

“Terkait instruksi saya tentang libur sekolah, sekolah masih diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan, yaitu setelah pengecekan bangunan sekolah,” tegas TGB. (bn)

LEAVE A REPLY