Pulihkan Pariwisata, Perlu Promosi & Perbaikan Akomodasi

0

Kabarlombok.comĀ  – Lotara

Untuk memulihkan kembali pariwisata NTB, perlu promosi yang masif serta upaya perbaikan akomodasi, yang terdapat di sejumlah destinasi wisata. Hal itu ditegaskan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, di Gili Trawangan, Minggu (16/09).

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mendorong para pelaku pariwisata untuk segera melakukan perbaikan akomodasi. Baik yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, termasuk Gili Trawangan.

Upaya promosi keluar daerah juga terus dilakukan melalui BPPD. Bahkan, BPPD telah melakukan anjengsana dan media visit di tingkat pusat untuk menyampaikan bahwa pariwisata NTB di tengah situasi musibah tetap survive. Hal itu disebabkan daerah terdampak masih bisa recovery. Apalagi, masih banyak destinasi wisata NTB yang tidak terdampak, khususnya di bagian tengah dan bagian selatan pulau Lombok.

“Itu dua hal yang dikomunikasikan termasuk anjangsana ke airline, khususnya terkait Lombok dan kesediaan untuk tetap menerima wisatawan,” jelasnya.

Gubernur berharap dalam rakor tersebut penguatan dalam dua hal itu akan dapat disupport penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan perangkat negara yang lain. Ia berharap akan ada promosi masif bahwa fasilitas mice yang ada di NTB masih relatif banyak yang bisa digunakan.

“Wisata mice merupakan triger untuk membangun kembali pariwisata kami di NTB , karena setelah sehari dua hari kegiatan bisa keliling, dan itu bisa menjadi mouth to mouth promotion bahwa NTB itu relativ kondusif,” ujarnya.

TGB menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Periwisata. Sebab, selama ini Kemenpar terus melakukan hal yang luar biasa dalam mensupervisi dan memberikanĀ  arahan langsung untuk penataan kembali fasilitas pariwisata. Serta, melakukan kampanye yang positif terkait pariwisata Lombok dan Sumbawa.

“Kami berharap itu juga dijadikan prioritas, dengan pendekatan sebagaimana termaktub dalam arahan Presiden saat kunjungan di NTB. Bahwa perlu sebagian wilayah yang rusak, seperti Geopark Rinjani dimana dalam pembangunannya harus memperhatikan aspek daya dukung lingkungan dan kesesuaian dengan karakteristik yang ada di Rinjani. Termasuk bahan-bahan untuk membangun kembali yang sesuai dengan kearifan lokal,” jelas TGB.

TGB berharap, ke depan pemerintah pusat dapat mengarahkan agar pembangunan dilakukan sesuai perspektif lingkungan. Hal itu kata TGB, untuk memastikan daerah itu kembali menjadi daerah wisata kultural yang unggul.
(bn)

LEAVE A REPLY