Proyek Revitalisasi Taman Rinjani Selong dinilai Semerawut, Ketua FRB Sebut Kadis LHK Arogan

0
Jpeg

kabarlombok.com | Lombok Timur

Revitalisasi Taman Rinjani Kota Selong mendapat sorotan dari berbagai pihak, di antaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamakan dirinya Forum Rakyat Bersatu (FRB) yang diketuai Eko Rahadi, SH.

Penataan taman rinjani selong menurut Eko dinilai semerawut, pasalnya proyek yang mendapat gelontoran dana sekitar Rp. 5 Milyar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan tersebut secara langsung tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan, diantaranya dampak ekonomi dan dampak lingkungan.

“Ini kan seperti ada transaksi nominal proyek, pohon-pohon ditebang semua padahal itu masih kuat dan bisa dimanfaatkan untuk berteduh, sekarang masyarakat melihat taman ini terlihat gersang” kata Eko dengan nada kesal.

Menurutnya, Dinas terkait dalam hal ini Dinas LHK seharusnya mempertimbangkan dan tidak membabat habis pohon-pohon tersebut, sebab hal itu juga berimbas pada pedagang yang berjualan disekitar taman yang kini sepi pengunjung.

Selain itu, ia juga menuding Kepala Dinas terkait yang dinilai arogan dan sembarangan dalam menata, karena menurutnya Taman Rinjani Selong adalah salah satu peninggalan pemimpin (Bupati) terdahulu yang hanya butuh polesan sedikit saja agar taman terlihat lebih indah.

“Mulki (Kepala Dinas LHK) ini hanya bisa merusak, taman ini kan salah satu peninggalan sejarah pemimpin terdahulu dan sebagai pemantau kebijakan, saya rasa pak Bupati sepakat dengan apa yang menjadi keluhan saya” tambahnya.

Iapun meminta agar penataan dan revitalisasi taman tersebut segera dikerjakan, agar para pedagang disekitar kembali ramai pengunjung, mengingat letaknya dijantung Kota Selong yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Lotim.

“Jangan sampai proyek revitalisasi ini mengamputasi hak-hak pedagang kaki lima disekitarnya, kan mereka juga bayar berjualan disana” tandas pemuda Masbagik ini.

Hal senada juga dikeluhkan salah seorang pedagang disekitar areal taman yang enggan namanya dipublikasikan. Menurutnya, pedagang yang lain termasuk dirinya sangat terganggu dengan proyek revitalisasi ini karena kian hari pengunjung kian sepi.

Bahkan, pedagang ini bercerita bahwa Kadis LHK yang saat ini menjabat dinilai terlalu keras bahkan seringkali membentak-bentak para pedagang.

“Kalau kalian tidak mau diatur, kalian ndak usah berdagang disini” kata pedagang tersebut menirukan kata Kadis LHK yang membentaknya beberapa waktu lalu.

Iapun berharap hal serupa agar penataan taman segera dikerjakan dan pengunjung ramai kembali.

LEAVE A REPLY