Proses Hukum Bukan Jalan Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba

0

Kabarlombok.com – Mataram. Penanggulangan terhadap peredaran narkoba dan obat terlarang tidak hanya melalui jeratan hokum, namun yang lebih penting adalah upaya preventif terhadap generasi muda. Jika penegakan hukum dilakukan oleh lembaga hukum, upaya preventif bisa dilakukan semua pihak baik formal maupun non formal. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H. Rosiady Sayuti saat membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Provinsi NTB dalam rangka pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat, di Hotel Santika Mataram, Selasa (27/02).

Menurut Rosiady, bahwa upaya hukum itu penting , namun yang lebih penting adalah tindakan pencegahan oleh lembaga-lembaga pendidikan, pondok pesantren dan tokoh-tokoh masyarakat, “Strategi yang harus dikedepankan adalah membuat anak-anak menjadi lebih sadar agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan berbagai macam obat-obat terlarang,” ungkap Sekda..

Didampingi kepala BPOM Mataram, Dra. Ni Gan Suarningsih, Apt, MH., Sekda mengingatkan bahwa upaya hukum bukan merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah peredaran narkoba di kalangan para generasi muda. Namun, upaya preventif melalui informasi dan edukasi lebih penting dan lebih utama dilakukan oleh berbagai kalangan untuk mengatasi masalah tersebut.

Bagi yang telah terjerat obat-obatan terlarang lanjut Sekda, perlu kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan itu merupakan sebuah kesalahan yang harus dibayar dengan sangat mahal. Sekda yang akrab disapa Pak Ros itu menjelaskan proses peredaran obat-obatan terlarang yang begitu marak terjadi ini merupakan salah satu wujud dari perang candu yang dulu juga pernah terjadi di dunia. Artinya jelas Sekda, motif dari pengedaran dan penjualan obat-obatan tersebut adalah bukan semata-mata hanya unsur ekonomi. Tetapi, untuk melemahkan sendi-sendi kebangsaan dan melemahkan energi anak-anak muda.

“Tanpa kita sadari, saat negara ini diserang maka negara ini akan menjadi lemah sehingga visi untuk negara kita dapat lebih berjaya ke depannya tidak akan bisa terjadi. Kita akan menjadi negara yang selalu bergantung dengan negara lain  dan kemudian negara kita akan menjadi terpecah belah,” ungkapnya.

Karena itu, Sekda berharap BPOM senantiasa melakukan pengawasan makanan yang beredar di NTB. Sehingga, tidak ditemukan makanan yang terkontaminasi atau secara unsurnya mengandung bahan yang tidak halal dalam perspektif Islam untuk para wisatawan muslim. Apalagi NTB sudah dikenal sebagai daerah penyandang predikat pusat wisata halal dunia.

Sebelumnya, Kepala BPOM Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt, MH. melaporkan, saat ini telah diberikan kelonggaran dan kebebasan bagi kosmetik dan makanan untuk masuk ke Indonesia tanpa evaluasi. Sehingga  menurutnya, perlu dilakukan pengawasan lebih ketat.  Ia juga melaporkan bahwa peredaran tramadol di NTB pada semester II tahun 2017 dan awal tahun semester I 2018 sudah berkurang. (adm)

LEAVE A REPLY