PRESIDEN KUNJUNGI KORBAN GEMPA LOMBOK dan Tinjau Penanganan nya

0

Kabarlombok.com – Lotara

Presiden RI mengunjungi korban gempa bumi Lombok Senin (13/8) di Kecamatan Pemenang dan dilanjutkan dengan peninjauan Pos Komando Operasi serta mendengarkan penjelasan terkini penanganan darurat dari Dansatgas Posko Komando Penanganan Dampak Bencana Gempa Lombok, Kol. Ahmad Rizal Ramdani Danrem 162 Wirabahakti, di areal Lapangan Super Semar Kantor Bupati Lombok Utara.

Di dampingi Gubernur NTB TGB KHM Zainul Majdi dan Gubernur terpilih Dr Zulkieflimansyah, Panglima TNI, Kapolri, Menteri PU & Pera, Kepala Staf Kantor Presiden dan Kepala BNPB, Presiden mengunjungi korban di pengungsian. Presiden sempat menanyakan langsung tentang kondisi para pengungsi dan diharapkan mereka. Masyarakat pengungsi di sekitar wilayah Kecamatan Tanjung sangat antusias dengan kedatangan Presiden. Ia juga melihat kondisi pasien di Tenda Pelayanan Yonkes di areal Kantor Bupati Lombok Utara.

Dilaporkan juga ke Presiden tentang kebutuhan operasi darurat diantaranya kebutuhan tenda, penyediaan MCK, tandon air, permakanan, asupan gizi ibu hamil, selimut, dan obat-obatan. Alat penghancur beton dan ketersediaan BBM juga menjadi prioritas. Kendala lain yang masih dihadapi adalah minimnya sarana transportasi untuk distribusi bantuan logistik, dan askes jalan rusak, berbukit dan lokasi desa yang sulit dijangkau oleh kendaraan biasa.

Operasi penanganan darurat ini didukung oleh seluruh potensi Nasional dan LSM maupun komunitas yang terus turun membantu upaya penanganan dampak gempa bumi Lombok.

Presiden beserta rombongan pada malam harinya melanjutkan acara dengan berdialog langsung dengan masyarakat pengungsi di Lapangan Super Semar Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Masyarakat korban gempa akan diberikan bantuan perbaikan rumah sebanyak 1.000 KK pada tahap awal ini. Nilai bantuan stimulus sebanyak Rp. 50 juta/KK untuk rumah rusak berat, Rp. 25 juta/KK untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan yang pengerjaannya akan dimulai pada minggu ini.

Pembangunan dan perbaikan dengan konsep rumah tahan gempa ini akan diberikan dalam bentuk tabungan. Proses pembangunan akan diawasi oleh Gubernur NTB dan Assisten Kemen PU Pera. Pemerintah akan mendorong ketersediaan material semen, besi dan lainnya serta mengawasi harga jual material di NTB dengan konsep rumah tahan gempa. Untuk perbaikan fasilitas umum, rumah sakit dan sekolah akan dimulai dua minggu kedepan. Presiden juga langsung memberikan paket sembako dan buku tulis kepada masyarakat pengungsi.

Data korban meninggal dunia hingga hari ini (13/8) secara keseluruhan berjumlah 437 jiwa berasal dari Kabupaten Lombok Utara 374 jiwa, Kab. Lombok Timur 12 jiwa, Kab, Lombok Barat 38 jiwa, Kab. Lombok Tengah 2 jiwa Kota Mataram 9, dan Kota Denpasar 2 jiwa. Dan jumlah pengungsi sebanyak 352.793 jiwa. Sedangkan total rumah rusak 52.812 unit, sarana pendidikan terdampak 458 unit dan fasum serta tempat ibadah sebanyak 197 unit. (bn)

LEAVE A REPLY