Popularitas Naik Usai Debat, Putrawan Habibi Sebut Itu Tantangan

0

Foto : Putrawan Habibi saat pendaftaran di KPU Lotim

kabarlombok.com, LOTIM – Pasca debat Pasangan Calon (Paslon) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lotim beberapa hari lalu, berbagai penilaian menyeruak.

Salah satu yang menjadi perbincangan dan sorotan, yakni cawabup dari Pasangan Calon¬† nomor urut Dua Al Habib (Ali Masadi –¬† Putrawan Habibi) yakni putrawan Habibi.

Pengamat politik dari Universitas  Islam Negeri (UIN) Mataram, Agus M, Si dilansir di salah satu media mengatakan Putrawan Habibi menguasai materi. Karena berasal dari aktivis dan akademis, data-data sudah dimilikinya.

Selain itu, di kalangan netizen, namanya mulai naik, bersama cawabup nomor urut 4, H Najamuddin pasangan Cabup Syamsul Lutfi terutama di forum diskusi. Sebab, diantara tiga paslon lainnya, pasangan Al Habib memang belum terlalu dikenal.

Menanggapi hal tersebut, Putrawan Habibi berekspresi santai. Tren namanya naik, Habibi anggap sebuah tantangan.

“Terus terang usai debat paslon kemarin, saya menenangkan diri. Itu juga sebagai sebuah tantangan kedepannya,” ujar Habibi saat ditemui di Elong Elong Jerowaru Minggu (22/4).

Putrawan Habibi mengaku kalau diantara ketiga paslon lainnya, Al Habib memang paling belum dikenal. Sebab ketiga paslon lainnya, merupakan petahana dan mantan bupati dan wakil bupati.

“Kami memang memberikan program-program yang anti mainstream, yang tidak biasa,” ujar cucu alm TGH Mutawali ini.

Bahkan, salah satu langkah yang akan diambilnya jika diperlukan yakni lelang jabatan untuk camat. Karena selama ini, ia melihat pemerintah kecamatan (pemcam) belum optimal.

“Saya melihat ada clash yang memisah antara pemerintahan kabupaten dengan pemerintahan desa. Ini karena yang ditengah antara dua ini yang dilupakan, yakni pemerintahan kecamatan,” terang Cawabup dari jalur independen ini.

Untuk itu, ujar pria yang pernah mencicipi studi di salah satu univeritas di Australia dan Filipina tersebut, akan melakukan lelang jabatan tersebut guna menemukan orang yang cocok.

“Selain itu, langkah ini dilakukan untuk mengikis anggapan menaruh orang karena kedekatan saja,” pungkas Putrawan Habibi. (zn)

LEAVE A REPLY