Politik dan Mistik di Tahun Politik : Ahyar Pun Bermalam di Tempat Keramat

0

kabarlombok.com

Perhelatan pesta demokrasi bukan sekedar ranah para pengamat politik, politisi, maupun para pekerja lembaga survey. Pesta demokrasi ini juga menjadi perbincangan hangat para pegiat spiritual. Banyak calon yang malu mengakui pernah meminta nasehat spiritual. Tapi tidak sedikit juga yang terang-terangan berkunjung ke tempat-tempat mistik. Bertemu dengan tokoh spiritual. Bahkan seperti Ahyar Abduh, Wali Kota Mataram sampai menginap di tempat terpencil di Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Bale Beleq Wakan, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur dikenal sebagai tempat mistis. Tempat yang dikeramatkan ini peninggalan Baloq Imut alias Baloq Muttaqin alias Masmirah.

Lokasi Bale Beleq ini, berada di tengah-tengah perkampungan dusun Wakan yang letaknya berbukit. Setiap bulan tujuh berdasarkan penanggalan bulan Sasak, selalu dilakukan ritual untuk menyampaikan hajat pada Allah SWT. Ritual pada bulan tujuh itu, bukan sembarangan, akan tetapi harus dicari antara tanggal 7, atau tanggal 17 atau tanggal 27. Biasanya Bale Beleq ini dibuka pada hari Senin dan Jumat.

Bale Beleq ini, memiliki tiga mangku secara turun temurun. Ketiga mangku tersebut yakni H Rifai, Amaq Rohan dan Amaq Mini. Mereka menjadi mangku tanpa melalui proses pemilihan, tetapi sudah turun temurun.

Cerita masyarakat, warga yang sakit kerap mencari “syarat” untuk kesembuhannya di Bale Beleq. Begitu juga mereka yang memiliki hajat seperti untuk berharap jabatan tertentu dan sebagainya. Mereka berkhalwat di dalam ruangan Bale Beleq untuk mencari wangsit dan bisa mendapatkan petunjuk.

Masuk kedalam ruang Bale Beleq kurang lebih berukuran 5×4 meter ini, harus dalam keadaan suci. Saat mencari petunjuk, terlebih dahulu harus salat istikharah, hajat, dan tahajjud baru kemudian berdoa, atau membaca tasbih dan amalan lainnya.
Penuturan Amaq Rohan pada wartawan, beberapa pejabat pernah datang ke Bale Beleq. Salah satu pejabat pernah datang adalah H Ahyar Abduh.

Entah darimana informasinya, Ahyar Abduh mengetahui lokasi Bale Beleq. Walaupun baru pertama kali datang, Wali Kota Mataram itu mengetahui betul silsilah Baloq Imut.

Ahyar pertama kali datang untuk berkhalwat pada malam Jumat tahun 2016 lalu saat mencalonkan diri kembali menjadi calon Wali Kota Mataram. Entah apa petunjuk diperolehnya saat berkhalwat di sana, ia tidak tahu persis. Yang pasti, Ahyar memenangkan pilkada Kota Mataram dengan mudah.

Ahyar pun pernah menyumbang bantuan untuk pembanguna berugak, seperangkat gendang, dan sumbangan pada masyarakat sekitarnya. Pada bulan Juli lalu, kembali Ahyar datang ke Bale Beleq. Ahyar juga sampai menginap di Bale Beleq. Apakah ada hubungannya dengan pencalonannya sebagai calon gubernur NTB, tentu saja itu bisa ditafsirkan. “Pak Wali berkunjung malam hari”, katanya.

Bupati Lombok Timur, H Ali BD pun dikabarkan pernah berkunjung ke Bale Beleq. Apakah kunjungan itu sebagai kepala daerah biasa, atau mencari “syarat” untuk pencalonan gubernur, tentu saja Ali BD yang tahu.

Dalam jagat Pilkada di NTB, paranormal memang tidak pernah absen. Publik masih ingat ketika Pilkada serentak tahun 2010 di Lombok Tengah, Lombok Utara, Kota Mataram. Saat itu seorang paranormal Miq Parman membuat “penerawangan” dan mengucapkan “Maiq Meres dalam Jona Aman”.

Beberapa bulan kemudian ketika pilkada selesai, benar saja. Maiq Meres itu adalah julukan Suhaili-Normal, Jona itu adalah singkatan Johan Sjamsu — Najmul Akhyar, sementara Aman adalah sebutan Ahyar-Mohan. Padahal dalam pilkada tahun 2010 itu, Suhaili-Normal banyak dilanda serangan hitam dan kurang diunggulkan. Maklum saja saat itu incumbent Mamiq Ngoh diprediksi bertarung ketat dengan Gede Sakti yang didukung oleh bersatunya NW Pancor dan NW Anjani.

Direktur M16 Bambang Mei yang pernah mendampingi salah satu politisi saat Pemilu 2014 juga tahu seluk beluk dunia mistis ini. M16 juga pernah menggelar diskusi tentang tema politik dan dunia mistik ini. Jauh sebelum ada partai koalisi, jauh sebelum ada poros tengah, dan saat para kandidat masih malu memunculkan namanya, paranormal sudah menyebut nama. Saat itu salah seorang paranormal dari Sape Bima, Gus Muji secara gamblang menyebut Ahyar akan berpasangan dengan Mori Hanafi.

Padahal saat itu, Ahyar belum mendapakan rekomendasi Gerindra. Kini Ahyar sudah mendapatkan Gerindra dan nama Mori masuk dalam radar calon wakilnya, bersaing dengan Nurdin Ranggabarani.

Sebenarnya dunia mistik dalam politik ini bukan hanya di daerah. Sekelas pemilihan presiden pun sering terdengar. Semua kandidat memiliki “tim spiritual” yang bertugas menjaga. “Sebenarnya, nasehat spiritual itu sebagai sugesti”, katanya.

Walaupun sudah dimenangkan oleh lembaga survey, hasil penerawangan dan pernyataan dari tokoh spiritual itu memberikan dorongan kuat agar calon dan tim bergerak lebih ketat. Pada akhirnya, persoalan mistik dalam politik ini jangan dianggap sebagai hal tabu. Para komentator politik pada akhirnya semua memakai perandaian.

Semua tingkah pola kandidat, memakai sapu, memakai kostum tertentu,memakai simbol tertentu tak lain sebagai sugesti mereka untuk memenangkan pertarungan.*

LEAVE A REPLY