Polda NTB Gelar Operasi Zebra Gatarin 2019

0

Mataram, – Polda NTB akan mulai menggelar Operasi Zebra Gatarin 2019 selama empatbelas hari sejak hari ini Rabu tanggal 23 Oktober hingga 14 Nopember mendatang. Operasi ini mengedepankan penegakan hukum lalu lintas yang humanis, modern dan berbasis elektronik disertai kegiatan preemtif dan preventif sehingga
diharapkan Polantas dapat menjadi penggerak revolusi mental dan tertib sosial di ruang publik dalam upaya cipta kondisi pasca pelantikan Presiden/Wapres RI menjelang perayaan Hari Natal 2019 dan pergantian Tahun 2020.

Apel gelar pasukan di lapangan Gajah Mada Polda NTB dipimpin langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, AS. MM., dan dihadiri oleh Danrem 162 WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Wakapolda NTB, Dandem POM Mataram, Dandim Lobar, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Ketua Pengadilan Negeri Mataram, Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB, Kadis PU NTB, Kadis Kesehatan Prov. NTB, Ka Bappeda Prov. NTB, Kepala Kesbangpoldagri NTB, Kepala PT Jasa Raharja NTB, Kepala BRI Cabang Mataram dan PJU Polda NTB.

Kapolda NTB dalam amanatnya menyampaikan bahwa permasalahan dibidang lalu lintas saat ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis, hal tersebut disebabkan oleh berbagai hal seperti meningkatnya jumlah kendaraan dan populasi penduduk.

“Selain itu perkembangan transportasi juga telah memasuki era digital dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman, sehingga modernisasi ini menimbulkan dampak baik positif dan negatif dalam sistem transportasi. Untuk mengimbangi hal tersebut perlu diikuti dengan inovasi berbasis teknologi informasi dan kinerja Polri khususnya Polisi Lalu Lintas,” imbuhnya.

Jika dilihat dari pelaksanaan Operasi Zebra 2018 dengan Operasi Zebra 2017 lanjutnya cenderung mengalami peningkatan, dimana jumlah kecelakaan lalu lintas naik 5%, korban meninggal naik 60%, luka berat naik 50% sehingga hal tersebut perlu menjadi evaluasi agar pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini dapat mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas korban lakalantas dapat ditekan.

Kapolda NTB juga memerintahkan jajaran lalulintas untuk melakukan upaya-upaya serta inovasi secara masif dan terstruktur baik kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum sehingga dapat memberikan dampak meningkatnya etika dan ketertiban lalu lintas.

Selain itu Kapolda NTB menekankan kepada personel yang melaksanakan Operasi Zebra agar selalu memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan tugas.

“Awali setiap kegiatan dengan memberikan arahan pelaksanaan tugas dan diakhiri dengan analisa evaluasi kegiatan serta utamakan faktor keamanan dan keselamatan dengan mempedomani SOP yang ada. Hindari tindakan yang bersifat kontraproduktif dan lakukan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat,” pesannya.

Sasaran Operasi kali ini meliputi potensi gangguan yang dilakukan oleh masyarakat dalam kemampuan, etika dan budaya pengemudi melanggar aturan berlalulintas, adanya kebijakan pemerintah yang bersinggungan di bidang transportasi dan jalan, kondisi infrastruktur, rambu dan marka jalan. Sedangkan ambang gangguan yang sering dilakukan adalah tidak memiliki SIM atau tidak sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki STNK yang tidak sesuai dengan kepemilikan atau belum di-BBN-kan istilahnya. Kurangnya etika dan tidak mematuhi aturan dalam berlalulintas (rambu/marka/muatan dsb), kurang/rusaknya infrastruktur dan kendaraan tidak laik jalan. Ataupun gangguan berlalulintas yang nyata-nyata dilakukan oleh pengemudi yang dimulai dari Troublespot yaitu pelanggaran lalulintas yang berpotensi ketidaktertiban berlalulintas dan menimbulkan kemacetan ataupun Blackspot dimana sering terjadinya lakalantas.

Untuk Target Operasi terhadap perorangan seperti pengemudi yang SIM dan STNK tidak sesuai kendaraan/peruntukannya, pengemudi kendaraan yang dibawah umur, pengemudi yang melanggar rambu/marka, berat muatan dan peraturan berlalulintas yang berpotensi kecelakaan.
Sedangkan terhadap benda berupa Keabsahan surat ijin mengemudi dan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan peraturan dan ketentuan (SIM, STNK, TNKB), Kendaraan yang menggunakan atau memasang lampu isyarat lalulintas (Rotator/Strobo), Kendaraan yang melanggar berat muatan (tidak sesuai peruntukan dan layak jalan serta peraturan berlalulintas). Untuk lokasi/tempat targetnya adalah kawasan tertib berlalulintas, lokasi rawan terjadinya pelanggaran dan lakalantas, jalan umum Prop/Kota/Kab pedesaan. Target kegiatan pengemudi ranmor berikut kendaraan yang melanggar peraturan lalulintas dan berpotensi terjadinya kecelakaan.

Tujuan dilaksanakan Operasi Zebra yang dilaksanakan ini dimaksudkan agar tertib administrasi kendaraan bermotor dan pengemudi melalui identifikasi keabsahan administrasi ranmor dan pengemudi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Disamping itu dapat meningkatkan kesadaran berlalulintas yang lebih baik melalui upaya penegakan hukum dengan meningkatkan mengarah/berbasis IT guna meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan.

“Semoga Operasi ini bermanfaat bagi masyarakat dalam berlalulintas,” pungkas Kapolda.(red)

LEAVE A REPLY