Pjs. Bupati Lotim Hadiri Gawe Adat Ngangkat Pejenengan Di Desa Pengadangan

0

Kabarlombok.com, LOTIM – Kegiatan budaya merupakan media pemersatu sekaligus memperkuat jati diri. Khususnya untuk lebih mengenal dan memahami adat yang berisi tata krama, tata tutur dan adab dalam berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Untuk itulah Pjs Bupati Lombok Timur H. Ahsanul khalik, S.Sos, MH hadir dalam Gawe Adat Ngangkat Penjenengan, Rabu (02/05)  di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Lombok Timur.

Dalam sambutannya Ahsanul Khalik mengatakan, acara tersebut merupakan sesuatu yang memang harus terus dihidupkan di bumi Selaparang , karena bumi Selaparang yang ditinggalkan oleh sesepuh-sesepuh atau para orang-orang tua kita memang terkenal.

“Dilandasi dengan kekuatan agama dan budaya di Desa Pengadangan ini Alhamdulillah peninggalan itu terus dilestarikan dan terjaga, hal seperti ini akan menjadi pemersatu di kalangan umat dan masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Ahsanul kegiatan ini merupakan sesuatu kegiatan yang   menarik, sehingga  selaku Pjs. Bupati Lombok Timur Ia harus hadir walaupun kesibukan pada saat-saat ini sangat padat, hal ini kata Dia untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya dan adat istiadat.

Dijelaskan bahwa yang namanya ” ngangkat pejenengan “ini sebuah adat, sebuah pusaka leluhur di Desa Pengadangan yang dulu asal-muasalnya  ada seorang tokoh yang merupakan nenek moyang di Desa Pengadangan ini yang bernama Sri Ketip Menganti yang senang berburu kijang sambil berkhalwat di hutan Gunung Rinjani, dalam khalwatnya Sri Kerip Menganti didatangi oleh seorang yang berjubah putih untuk melarangnya melakukan perburuan di hutan rinjani, lalu sebagai pengganti perburuannya oleh seseorang berjubah tersebut menggantinya dengan sebuah benda berupa pelambang penyejuk dan dapat diambil pada sebuah batu yang datar sebagaimana yang dijanjikan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi kegiatan-kegiatan semacam ini  dan akan mendorong terus untuk dijadikan even agenda tahunan pariwisata budaya tentu berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait dan organisasi travel wisata. Seperti diketahui Wisata budaya ini banyak mengandung nilai-nilai agama yang baik untuk dipelajari , dalam hukum islam pun oleh baginda Rasulullah SAW dalam penetapannya termasuk empat mazhab.

Sebelumnya Ketua Panitia, Hardiono menyampaikan laporannya. Acara dikemas dalam semangat pelestarian dan pengembangan seni budaya berupa kesenian-kesenian tradisional,

“Acara ini terselenggara atas kerjasama dari semua unsur masyarakat, pemdes, toga-toma, Tokoh Adat, dan yang paling penting terselenggaranya kegiatan ini karena peran pemuda Karang Taruna Jungkat Sakti Desa Pengadangan. Kegiatan budaya atau gawe adat yang syarat akan makna filosofis dan historis adalah salah satu sumber nilai dan norma yang tentu membuat kita menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.   (zn)

LEAVE A REPLY