Pilgub NTB 2018 kontestasi gambar dan jargon minim Ide.

0

 

Opini kabarlombok.com 

Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat sudah menjelang hitungan Bulan dan geliat para calon sudah mencoba mengocok dirinya untuk pantas berpasang-pasangan dengan siapa!

Gambar bertebaran lewat segala media bertebaran disudut desa dan kota disajikan dengan berbagai macam rupa yang disajikan oleh orang-orang yang biasanya disebut tim sukses walaupun ragam sebutan populer dari Kawan, sahabat, semeton, relawan dan pentahbisan lainnya.
Apakah cukup? Tentu setiap tim sukses punya ukuran masing-masing dari metodelogi yang mereka gunakan, kenapa kemudian konsentrasi terfokus pada gambar calon yang memang tergolong unik demi menjadi pembicaraan dimasyarakat dan dikenal lalu biasanya menjadi pembicara dadakan pada setiap pertemuan atau kegiatan rakyat yang bahkan mungkin sebelumnya tak terpikir untuk punya sponsor kegiatan. Contoh menjelang pemilu 2014 tetiba burung kecepret dan batu akik naik pangkat dan mendapat banyak sponsor dari calon petarung politik ini.
Nusa Tenggara Barat ini seksi dengan Industri Pariwisata yang mulai menunjukkan kemajuan signifikan yang terlabel bahkan secara mendunia sebagai salah satu barometer Wisata Halal Dunia dan beberapa kawasan khusus  bernilai multi trilyunan yang akan dibangun mulai dari Hotel, Sirkuit balap Internasional,  jalan-jalan tembus penghubung antar pelabuhan dan banyak lagi rancangan Orde TGB selain akan dibangun juga warisan pembangunan yang sudah jadi dan mesti terpelihara terus ritmenya hingga tujuan pembangunan tersebut tercapai pada tahap kesejahteraan masyarakat.
Pariwisata mungkin saja dianggap jualan utama pulau Lombok dari “pasak Bumi” Rinjani sampai deretan pantai berjajar indah dengan spot-spot mewah incaran para petualang lalu bagaimana pulau Sumbawa?
Sumbawa dengan potensi hasil Alam yang melimpah yang sudah mafhum menjadi trade mark kencang dimana perusahaan besar asal Amerika sedemikian rupa mengangkut hasil Emas perak dari perut Bumi sumbawa seakan tak habis walaupun sudah dikeruk selama puluhan tahun, Kuda sumbawa, produksi jagung berimpah, hasil hutan nomor wahid, binatang ternak dan banyak lagi kemewahan lain termasuk geliat Tambora dan pulau Moyo yang melegenda menjadi destinasi yang didatangi pesohor luar termasuk ladi di dan pangeran philips
Segala kemewahan Nusa Tenggara Barat  bisa melahirkan pandangan dari berbagai sudut baik itu kesuksesan ataupun faktor-faktor lain yang harus dibenahi sebut saja Jalan, Pembangun Bandara Indonesia Lombok, dan the new Iconic NTB masjid Hubbul islamic center,  dari angka-angka yang masih diperdebatkan misalnya kedalaman tingkat kemiskinan, jumlah produksi hasil pertanian,jumlah ternak, perkawinan dibawah umur, pendidikan, kesehatan sampai pada tingkat kualitas manusia yang ada di NTB.
Tuan Guru Bajang sudah memerintah pada ujung dimana beliau harus mengakhiri catatan sebagai pemimpin NTB pertama yang dipilih secara langsung di Bumi Gora ini, kepempinannya meninggalkan PR besar pada pemilihan berikutnya bagaimanapun Dr. Zainul Majdi terpilih pada usia yang sangat Belia (36 tahun) pada masa tersebut dan dimasukkan dalam Rekor Indonesia Gubernur termuda pertama di Republik  ini, kesulitan terbesarnya adalah bilamana pilihan penggantinya adalah sosok dengan usia yang jauh lebih tua tentu sebuah degradasi umur bagi kaderisasi kepemimpinan NTB “masak iya yang muda tidak ada yang mampu?”  apa tidak ada pemimpin NTB semuda dan sekualitas TGB?
Seorang Doktor Tahfiz dan mufassir Al-Quran, dikenal cerdas, santun, dengan Pidato yang sungguh baik tidak menggelar namun bisa menyampaikan idenya, datar tapi terdengar, mengkritik penguasa jagad Nusantara didepannya dimana sang presiden bahkan tersenyum dibuatnya! Soal keberhasilan? Silahkan diperdebatkan sesuai dengan kriteria dan indikator bidang keahlian masing-masing, dan stabilitas NTB semasa TGB walau ada percikan sedikit tetaplah tidak ada kasus keamanan massal yang menonjol pada era kepemimpinannya dan yang jelas TGB punya segudang penghargaan.
lanjutkan ikhtiar TGB membangun NTB Sebuah Jargon milik Dr. Zulkieflimansyah tampak begitu meyakinkan diseluruh pojok jalan NTB dengan kesan  gambar yang menunjukkan pakaian yang tidak menunjukan kemudaannya dan  terdengar berita bahwa pergerakannya sedikit kendor disaat bakal calon lain yang justru makin agresif dan massif,  Ahyar Abduh misalnya dengan tambahan nama TGH dimana-mana fotonya begitu massal seraya meminta doa kepada masyarakat NTB pilihan gambar yang menarik mulai dari animasi sampai dengan gambar orisinal dengan kreativitas desain diatas rata-rata ditambah sepak terjangnya meraih dukungan partai Gerindra mencatatkan namanya sebagai salah satu calon kuat Gubernur berikutnya, Amak Ali atau Ali BD dengan desain sedikit terkesan seadanya yang mungkin saja merupakan karakter Amak asrul yang memang “apa adanya”  yang sempat mashur sebagai jebolan LSM.
Kanggokm tadahn? Sebuah jargon milik Suhaili FT Bupati Lombok Tengah,Berbahasa sasak kental berdialek Lombok tengah dengan desain mewah, tercetak megah di berbagai Bando Jalan/Bilboard dijalan utama yang nampaknya memang sengaja di pilih sehingga kesannya dengan desain tersebut bila tercetak pada ukuran kecil tidak terlalu catchy/pas bisa jadi kritiknya apakah jargon tanpa menyebut kata lain ini selain Kanggokm tadahn ini tidak terlalu masuk pada masyarakat Lombok Timur, KLU, Mataram apalagi di pulau Sumbawa, sudah jelas ini adalah Pemilihan Gubernur bukan pemilihan Bupati.
KH Zulkifli Mahadli mantan Bupati KSB calon Gubernur pada waktu sebelumnya dengan tertulis “lalu yg merupakan perlambang bangsawan sasak” tertempel namanya di angkutan Kota yang sudah seret penumpang
Kolonel Lalu Srigede putra NTB pertama yang menjabat Komandan Resimen Wirabhakti tak kalah menyebar Fhoto berkesan Fashionable, gagah seperti dirinya yang juga merupakan seorang perwira dari angkatan bersenjata Indonesia dengan jargon supaya NTB kedepan menjadi Hebat.
Satu lagi seperti suka-suka saja membuat kata sakti yaitu “yang penting rakyat senang” dan sekarang sudah punya tempat tersendiri kata itu pada setiap pembicaraan dimasyarakat bahkan mungkin kata ini lebih populer daripada sosok Subuhunnuri sang pemilik jargon,  apakah  karena dia hanya ingin jadi ekstras saja menjadi wakil Gubernur maka kalimat tersebut yang dipilih?
Rektor Unram Prof Sunarpi? Hanya terdengar gosip akan mencalonkan diri entah jadi Gubernur atau Wakil, gambarnya begitu besar dan banyak!
Coba tarik kebeberapa tahun lalu bila ingatan kita segar  ketika Jokowi menjadi Walikota Surakarta, Jokowi adalah sosok walikota minim Baliho bahkan kebijakannya menihilkan material publikasi yang bergambar dirinya tersebar, Jokowi  menasional ketika Ide Mobil Nasional yang dimunculkan oleh timnya lewat mobil Esemka. Kesederhanaan dengan wajah desa, efektivitas aparat pemerintahan,pol PP berseragam baju tradisi adalah ide-ide yang membuat tim dibelakang layarnya mampu membuat branding Jokowi dikenal seantero negeri dimana hal tersebut merupakan lawan tanding kepemimpinan SBY yang terkesan normatif, mewah, tinggi besar dan ganteng namun sedikit selalu “prihatin” bahkan mungkin Jokowi tak akan menduga ide Esemka yang tenggelam bahkan disaat dia jadi Presiden ini telah mampu membawa Pak de menjadi Pemimpin tertinggi negeri ini dalam waktu yang tak masuk akal bagi para politisi gaek lainnya, bisa bayangkan 10 tahun lalu Jokowi hanya seorang Walikota yang memimpin kota yang hanya berpenduduk ratusan ribu orang! ?
Akan halnya TGB selain merupakan cucu Hamzanwadi ketika usia 35 tahun menjadi lawan tanding Incumbent saat pertama kali terpilih! Sosok muda fresh, dengan tata bahasa yang baik, mampu bicara dengan orang banyak dari berbagai golongan saat calon lainnya terdiri dari teknokrat dan politisi gaek serta Incumbent yang tidak bisa dibilang muda,  sangat penting dan pantas pada masa itu membawa ide “Baru” yang tergambar langsung pada diri dan pasangannya yang berusia sangat belia pada waktu itu.
Muhammad Ihsanul Wathony
Bila opini anda ingin dimuat silahkan kirim ke
Kabarlombok08@gmail.com 
Redaksi@kabarlombok.com

LEAVE A REPLY