PIDI Diminta Jadi Agen Posyandu Keluarga

0

Mataram, – Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan I Tahun 2019 – 2020 diharapkan dapat menjadi agen untuk mensosialisasikan program posyandu keluarga dan zero waste di NTB. Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB, Bq Eva Nurcahyaningsih, masyarakat NTB dikalangan bawah masih banyak yang awam tentang program revitalisasi posyandu yang terus didorong untuk menjadi posyandu keluarga.

“Kami berharap PIDI mampu memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa pelayanan posyandu dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, dari bayi, balita, remaja hingga lansia,” ungkapnya dalam Lepas Sambut Peserta Program Internsip Dokter Indonesia di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (13/02/2020).

Eva meminta, dokter-dokter peserta program internsip dari 15 Universitas di seluruh Indonesia ini, membantu Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta pengentasan gizi buruk (stunting) yang masih menjadi tantangan besar. Ia berharap peserta program internsip bisa mensosialisasikan informasi menyeluruh terkait keberadaan, manfaat dan seluruh jenis pelayanan yang disediakan oleh posyandu keluarga kepada masyarakat.

Untuk bisa memenuhi harapan tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang diwakili oleh Komite Internsip Dokter Indonesia (KIDI) Pusat, dr. Zainoel Arifin, M.Kes., mengungkapkan perlunya sinergitas antara PIDI dan stakeholder terkait di NTB untuk dapat memperoleh hasil yang baik selama menjalani program.

“Kami memerlukan komitmen, dukungan dan bimbingan, baik dari dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota, rumah sakit dan puskesmas, terhadap dokter internsip agar mendapatkan kemahiran dan kemandirian, yang akhirnya menjadi dokter-dokter Indonesia yang berkualitas dan kompeten sebagaimana yang kita harapkan,” ungkapnya.

Ketua Komite Pembinaan Dan Pengawasan KIDI Provinsi NTB, Hj. Hamzi Fikri, M.M., MARS, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, akan terus memberikan pengarahan kepada seluruh dokter internsip untuk mengkampanyekan program unggulan NTB, terutama revitalisasi posyandu dan zero waste.

“Dokter internsip selama enam bulan di puskesmas dan enam bulan di rumah sakit kami akan terus mendorong mereka dengan program-program unggulan NTB seperti revitalisasi posyandu dan zero waste agar sama-sama terus dikampanyekan,” jelas Fikri.

Sebanyak 26 orang dokter internsip pada Februari 2020 akan ditempatkan didua lokasi, yakni Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumbawa dan PKM Unit 1 Sumbawa sejumlah 12 orang, serta Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Dompu dan PKM Soriutu sejumlah 14 orang.(red)

LEAVE A REPLY