PERNYATAAN SIKAP MAJELIS ADAT SASAK TERHADAP TINDAKAN RASIS KEPADA TUAN GURU BAJANG H. MUHAMMAD ZAINUL MAJDI

0

PERNYATAAN SIKAP

MAJELIS ADAT SASAK (MAS)

TERHADAP

TINDAKAN RASIS KEPADA TUAN GURU BAJANG DR. KH. MUHAMMAD ZAINUL MAJDI

(PENGERAKSE GUMI SASAK /ULAMA DAN GUBERNUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT)

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Menyikapi penghinaan rasial yang telah mengganggu rasa kebangsaan kita oleh Saudara Steven Hadisurya Sulistyo kepada putra kebanggaan masyarakat Sasak Bapak Tuan Guru Bajang Dr.KH. Muhammad Zainul Majdi (Pengerakse Gumi Sasak/Ulama dan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat) beserta istri yang terjadi pada tanggal 9 April 2017 di Bandar Udara Changi Singapura, peristiwa  ini telah terverifikasi langsung oleh beliau ba’da solat Jum’at di Masjid Hubbul Wathon (komplek Islamic Center Nusa Tenggara Barat), maka Majelis Adat Sasak menyatakan sikapnya, sebagai berikut:

  1. Sebagai orang Sasak yang memegang teguh prinsip “mèrang” ketika nurani kemanusiaan dilecehkan, maka dengan ini kami mengutuk keras tindakan tidak beradab yang dilakukan oleh Saudara Steven Hadisurya Sulistyo. Perbuatan itu telah mencederai rasa kesatuan berbangsa dengan penggunaan ujaran “pribumi, Indon, dan Tiko” sebagai suatu tindak tutur yang merendahkan harkat martabat seluruh pribumi di seantero Nusantara.
  2. Menilai perbuatan Saudara Steven Hadisurya Sulistyo dapat dipandang sebagai bentuk ekspresi makar terhadap komitmen berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tindakannya tersebut bersumber dari pemikiran atau pandangan yang mungkin tidak berdiri sendiri, melainkan dapat saja bersumber dari cara pandang kultural yang tidak sehat secara kolektif.
  3. Menimbang bahwa sejak beredar luasnya berita tentang kasus ini telah memicu reaksi yang dapat mengganggu ketentraman hidup di masyarakat atau dapat mendorong konflik horisontal dalam skala luas, maka kami meminta pihak aparat yang berwenang untuk memproses pelaku agar tidak menjadi preseden buruk bagi pembangunan sosial dan demokrasi di Indonesia. Untuk itu, kami juga meminta pemerintah, baik di daerah mapun pusat, untuk segara mengadakan islah nasional sehingga dampak perbuatan Saudara Steven Hadisurya Sulistyo tidak menyebar luas atau memicu eskalasi protes yang lebih luas.
  4. Meminta Anggota DPR dan MPR Republik Indonesia memanggil Saudara Steven Hadisurya Sulistyo untuk memberikan pernyataan permintaan maafnya secara langsung dan terbuka yang disiarkan oleh seluruh jaringan televisi nasional.
  5. Menghimbau seluruh saudara sebangsa dan setanah air, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat, untuk menjaga ketentraman dan keamanan di wailayah kita serta ikut aktif mencegah terjadinya aksi-aksi anarkis dan provokatif.

Demikian pernyataan sikap kami untuk dijadikan pemikiran kita bersama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada ruang bagi perilaku rasisme atau SARA di Indonesia. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

 

 

 

MAJELIS ADAT SASAK

 

PEMUCUK  WALI PAER GUM I SASAK                         PENGEMONG ADAT GUMI SASAK                  Ketua Dewan Pembina                                                          Ketua                                                                                                                           Pelaksana Harian,

 

Drs. H. Lalu Mudjitahid                                              Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si.

LEAVE A REPLY