Pergunu Lotim Gelar Dialog Pendidikan dan Serap Aspirasi Bersama Anggota DPD RI

0

kabarlombok.com | Lombok Timur

Pengurus Cabang Pergunu (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama) Lombok Timur, Jum’at (11/8) menggelar Dialog Pendidikan dan Serap Aspirasi Bersama Anggota DPD RI dapil NTB Hj. Robiatul Adawiah, SE.

Acara yang berlangsung di aula Ponpes Riyadul Falah Desa Aik Perapa Kec. Aikmel tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Anggota DPD RI, Wakil Bupati Lotim H. Haerul Warisin M.Si, Ketua PCNU Lotim Drs. H Imron Fauzi MM, Ketua PC Pergunu Saifuddin Zuhri M.PdI, Pimpinan Ponpes Riyadul Falah Ustadz Marwan Hakim serta para pelajar dilingkungan Pondok Pesantren.

Ketua PC Pergunu Saifuddin Zuhri M.PdI selaku panitia acara mengungkapkan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mempertemukan anggota DPD RI dengan pemerintah daerah agar pemerintah mengenal lebih banyak lagi ponpes-ponpes khususnya ponpes dibawah naungan PCNU (Nahdlatul Ulama) Lotim.

“Total ada 42 Ponpes NU di Lotim, jadi melalui jaringan Pergunu secara satu persatu kita ingin perkenalkan Ponpes-ponpes itu kepada pemerintah dan alhamdulillah Bu Dewi (Robiatul Adawiah, SE) dan Pak Wabup bisa hadir hari ini” ungkapnya.

Dengan kehadiran kedua tokoh tersebut lanjut Saifuddin, pemerintah dapat langsung melihat kondisi Ponpes NU yang ada di Lombok Timur, termasuk sarana prasarana dan stakeholder yang ada didalamnya.

“Dengan kehadiran beliau berdua semua persoalan bisa langsung disampaikan dan dengan melihat secara langsung dapat membantu pondok pesantren” tambah pria yang akrab disapa Bang Saif ini.

Sementara itu Anggota DPD RI Hj. Robiatul Adawiyah, SE mengatakan agenda ini juga rangkaikan dengan reses DPD RI yang rutin diadakan setiap dua kali sebulan untuk menampung apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Apa saja keluhan dan masukan masyarakat bisa di sampaikan kepada kami sebagai perpanjangan lidah antara masyarakat dengan pemerintah pusat maupun daerah” kata Bu Dewi sapaan akrabnya.

Ditempat yang sama Wapub Lotim H. Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kehadiran Anggota DPD RI, selain itu ia menyebut lembaga pendidikan tidak bisa sepenuhnya mengharapkan bantuan dari pemerintah sebab anggaran yang dialokasikan sangat terbatas.

“Kalau bapak ibu hanya mengharapkan pemerintah untuk membantu lembaga pendidikan ini tentu tidak mungkin” tandas Warisin.

Sekitar dua ribuan jumlah lembaga pendidikan di Lombok Timur kata Warisin mendapat alokasi dana dari pemerintah sebesar 57 Milyar, dimana anggaran tersebut 22 Milyar dialokasikan untuk pengerjaan fisik seperti rehab gedung, pembangunan ruang kerja dan ruang kelas baru, sementara sisanya dialokasikan untuk kegiatan lainnya.

LEAVE A REPLY