Penyandang Disabilitas diharapkan Berperan Sosial Layaknya Masyarakat Pada Umumnya

0

kabarlombok.com – Lombok Timur

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur,  Ir. H. R. Mulyanto Tejokusumo, SH membuka acara Sosialisasi  Program Rehabilitasi Sosial PSBN (Panti Sosial Bina Netra) Mahatmiya Tabanan Bali Kementerian Sosial RI, Selasa (23/5) di aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Kepala PSBN Mahatmiya Tabanan Bali, Drs. Kaswito, M. Si dan Peserta yang berjumlah 15 orang penyandang Disabilitas dan 15 pendamping.

Kadis Sosial dalam sambutannya menyampaikan, pendataan secara keseluruhan pada masalah kondisi sosial di Kabupaten  Lombok Timur ini cukup banyak, dikarenakan jumlah penduduk  di provinsi NTB yang terpadat  ada di Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa.

Menyangkut tentang disabilitas dan penyandang cacat atau ketidakmampuan pada hal-hal tertentu pada umumnya sangat menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah Indonesia, lanjutnya,  telah menganggarkan konvensi mengenai hak-hak penyandang disabilitas tetapi  tidak menandatangani opsional protokol konvensi tersebut.

“Artinya di Indonesia memiliki komitmen untuk meratifikasi konvensi, dimana pada tanggal  10 November 2011 telah diterbitkan  Undang-undang  nomor 19 tahun 2011 tentang pengesahan konvensi penyandang disabilitas” kata Tejo, sapaan akrabnya.

Harapan Dinas Sosial, kegiatan sosialisasi ini dapat bermanfaat dan dapat menumbuhkan  rasa percaya diri, optimis, mampu mengatur diri,  berpikir dan bertindak positif serta dapat berperan sosial dilingkungan bagi penyandang  disabilitas.

“Dukungan keluarga  dan masyarakat sangat diperlukan” ungkap Tejo diakhir sambutannya

Ditempat yang sama, Agus Rudhy Setiawan, SH sebagai penanggung jawab kegiatan sosialisasi program rehabilitasi sosial PSBN mahatmiya tahun 2017 menyampaikan penyandang disabilitas netra adalah sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lainnya untuk melakukan perubahan hidup.

“Mahatmiya artinya adalah berjiwa besar, tetapi dalam bahasa sangsekerta artinya keagungan yg mempunyai visi dan misi yaitu mewujudkan kesetaraan dan kemandirian sosial penyandang disabilitas netra di masyarakat” ungkapnya.

Sedangkan misinya menyelenggarakan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas netra sesuai dgn standar yg berlaku,  meningkatkan SDM penyandang disabilitas netra,  meningkatkan profesionalisme pekerja sosial dlm merehabilitasi sosial penyandang  disabilitas netra, memenuhi sarana dan prasarana penunjang kegiatan panti sesuai dengan standar, pemberdayaan kepedulian masyarakat terhadp penyandang disabilitas netra.

Adapun tujuan mensosialisasikan  kegiatan ini ke masyakarat luas adalah agar penyandang disabilitas netra atau low vision dapat berperan dan berfungsi sosial sebagai layaknya manusia pada umumnya, sehingga masyarakat penyandang disabilitas tersebut menjadi optimis dan dapat menggali minat dan bakatnya sesuai  dengan kompetensi yang dimiliki.

Harapannya, Pemerintah Daerah turut serta memberdayakan penyandang disabilitas netra dan memfasilitasi mereka utk kehidupan mandiri melalui program EKOTIF (Ekonomi Produktif) atau  KUBE (Kelompok  Usaha Bersama).

LEAVE A REPLY