Pendamping Desa diharapkan Bersinergi dengan Kepala Desa

0

kabarlombok.com | Mataram

Penolakan Kepala Desa terhadap kehadiran Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kabupaten Lombok Tengah beberapa waktu lalu rupanya tak luput dari perhatian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa-Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi NTB, Dr. Azhari, SH, MH.

Sebagai Kepala Dinas yang membidangi urusan Pemerintahan Desa, pihaknya pun berharap agar para Pendamping tersebut menjalin komunikasi dan sinergi yang baik dengan Kepala Desa.

“Jalin komunikasi yang baik, jangan sampai ada Kepala Desa yang menolak” kata Dr. Azhari usai Penutupan Pelatihan Pratugas PLD di Senggigi (30/9).

Selain itu, Ia juga meminta Pendamping untuk tidak ikut terlibat dalam urusan Politik yang bukan menjadi ranah maupun tugas dan fungsinya di Desa-desa, akan tetapi pendamping tersebut diminta untuk membantu Pemerintah Desa dan fokus bekerja dalam menjalankan program pendampingan sehingga dapat mewujudkan konsep dan cita-cita Desa yang maju, Desa yang bebas korupsi, dan Desa yang bermartabat.

“Supaya apa yang menjadi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh Desa dapat dicarikan jalan penyelesaiannya” harapnya.

Kembali disinggung Dr. Azhari terkait permasalahan dari sebagian kecil Desa yang menolak kehadiran Pendamping Desa, menurutnya persoalan itu sesungguhnya terjadi disebabkan kurangnya pemahaman Kepala Desa terhadap tugas dari Pendamping Desa dan kemungkinan adanya miss komunikasi antara kedua belah pihak.

“Kenapa menolak? Mungkin mereka belum faham, atau mungkin terjadi miss komunikasi diantara mereka ini” terangnya.

Sehingga dalam waktu dekat ini Dinas PMPD-Dukcapil Provinsi NTB akan mengagendakan untuk mengundang seluruh Kepala Desa yang ada di NTB dalam rangka memberikan pemahaman terhadap keberadaan Pendamping yang bertugas dilapangan sebagai ujung tombak dari Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kementrian Desa dan PDTT tersebut. (tur)

LEAVE A REPLY