Pemuda NW Siap Seret Hamja ke Jalur Hukum

0
Spanduk dukungan Gelar Pahlawan Nasional (sumber foto : Suarantb.com)
Spanduk dukungan Gelar Pahlawan Nasional (sumber foto : Suarantb.com)

Kabarlombok.com – Mataram. Polemik Politisasi Gelar pahlawan nasional kepada Almagfurullah Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid oleh Ketua Fraksi Gerindra NTB, H. Hamja kembali mendapat kecaman dari Pemuda NW NTB. Menurut Pemuda NW, apa yang dilakukan oleh H. Hamja di media online bernada sentimen dan penghinaan terhadap Maulana Syaikh. Hal itu melukai hati warga NW dan NTB dikarenakan tidak berdasar mengait-ngaitkan gelar pahlawan dengan politik. untuk itu, Pemuda NW siap menempuh jalur hukum.

Selain itu, perjuangan, pengabdian dan perjuangan Almagfurulah tidak bisa diukur dan dihitung hanya dengan politik. “Ini merupakan wujud sikap penghinaan yang nyata bagi bagi maulana dan warga Nahdiyyin secara khusus masyarakat NTB dan Indonesia secara umum. Karena Al Magfurulah sudah menjadi aset bangsa ini,” ujar M. Zainul Fahmi, Ketua Pemuda NW dalam rilisnya yang diterima Kabarlombok.com, Kamis (9/11).

Menurut Fahmi, Pemuda NW NTB tidak akan tinggal diam dengan ungkapan H. Hamja di media online tersebut yang sudah menghina guru bangsa, sehingga perlu ada konsekuensi hukum terhadap perbuatan tersebut. “Tentu kami akan juga menempuh jalur hukum, karena jelas dan nyata statemen itu mengandung unsur hinaan terhadap ulama dan pahlawan nasional. Ini tidak bisa kami biarkan begitu saja, selain itu kami juga meninta saudara Hamja untuk meminta maaf ke publik dalam waktu 2 x 24 jam, baik melalui media cetak dan elektronik,” lanjutnya.

“Jika tidak meminta maaf dalam waktu yang ditentukan kami akan membawa ke jalur hukum karena perbuatan tidak menyenangkan,” tegas Fahmi lebih lanjut.

Fahmi juga menantang H. Hamja untuk dapat membuktikan perkataanya apabila pemberian Pahlawan Nasional yang diterima keluarga di Jakarta, 9 Nopember 2017 bernuansa Pilpres 2019 dan Pilkada serentak 2018, jika tidak bisa dibuktikan maka harus berhadapan dengan hukum

Menurut Fahmi, sikap anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra ini juga terlihat bernada iri, dengki melihat putra terbaik masyarakat NTB bisa menjadi Pahlawan Nasional. Padahal, masyarakat NTB secara khusus dan rakyat Indonesia  antusias dan bangga adanya muncul pahlawan dari dari Bumi Seribu Masjid, bukan justru berfikir sempit dan provokatif dengan menghina tokoh NTB yang menjadi pahlawan nasional. (ko)

LEAVE A REPLY