Pemprov NTB Klaim Pemangkasan 6000 Guru Honorer SMA/SMK demi Mencari Kualitas

0

Mataram – kabarlombok.com
Pemerintah Provinsi NTB belum lama ini mengeluarkan keputusan terkait status guru honorer tingkat SMA/SMK yang sebelumnya dibawah tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota, kini menjadi wewenang Pemerintah Provinsi.

Info terbaru, Pemprov kembali mengeluarkan pernyataan tentang pemangkasan jumlah guru honorer tersebut, pihaknya menilai bahwa pemangkasan 6.000 guru honorer dari total 9000 guru yang berstatus honorer daerah di tingkat sekolah menengah (SMA/SMK) akan menjadikan guru semakin berkualitas dari segi profesionalitas guru itu sendiri, tak lagi mengacu pada kuantitas jumlahnya saja.

Bahkan, Pemprov menyebut tak ada anggaran yang cukup jika harus menggaji 9.000 guru honorer.

Logikanya jika satu orang guru honorer menerima gaji Rp 1.000.000 tiap bulan, maka artinya Pemprov NTB harus menyediakan anggaran sekitar Rp 9 miliar perulan atau Rp 108 miliar setahun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB H Fathurrahman (8/5). Sebab, jumlah guru gonorer saat ini, kata dia, sudah melebihi kapasitas.

Karena pada dasarnya, jumlah yang dibutuhkan di seluruh SMA dan SMK seluruh NTB hanya 3.000 orang. Pemprov NTB pun kini tengah menyiapkan proses seleksi untuk 3.000 guru honorer tersebut, serta proses memangkas 6.000 guru honorer lainnya harus rampung sebelum APBD Perubahan 2017 dibahas di DPRD NTB.

Selanjutnya semua guru honorer ini akan diangkat melalui SK gubernur saja, baik itu mereka yang sebelumnya masuk dengan SK kepala sekolah, SK sekda, SK kepala dinas, SK bupati, maupun SK wali kota.

LEAVE A REPLY