Pemkab Lotim Gelar Dengar Pendapat Dengan KSP terkait Kasus Jemaat Ahmadiyah

0

FOTO: Rapat dengar pendapat pembahasan permasalahan Jemaat Ahmadiyah antara stafsus kantor Kepresidenan bersama Pemkab Lotim dan unsur terkait. (kabarlombok.com)

 
Kabarlombok.com – LOTIM
Pjs Bupati Lombok Timur bersama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan Kementerian Agama RI menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait Kasus Jemaat Ahmadiyah di Wilayah Kabupaten Lombok Timur, Kamis (24/5).

Pjs. Bupati Lombok Timur, H. Ahsanul Halik, S. Sos, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menampung 7 KK/ 23 jiwa jemaat Ahmadiyah di Loka Latihan Kerja (LLK).

“LLK Lotim adalah tempat yang layak serta memberikan rasa nyaman dengan layanan kesehatan, sosial,” ungkapnya.

Ahsanul juga menegaskan apabila ada informasi pembiaran/ penelantaran oleh aparat terkait, hal tersebut tidak benar, pada saat itu Pemerintah Lombok Timur bersama unsur TNI-POLRI, melakukan pengamanan terhadap penganut paham ahmadiyah dan telah melakukan langkah-langkah penyelesaian bersama Kapolda, Danrem 162/WB dan pihak terkait.

Terkait permasalahan yang terjadi, Pemkab Lotim akan mencoba memberikan opsi. Diantaranya Pengungsi akan diberikan hak sepenuhnya, nantinya akan memberikan ruangan khusus bagi para tamu yang mengunjungi, melakukan pendekatan sehingga mereka dapat kembali ke ajaran yang memang diyakini masyarakat Lombok Timur. Melakukan pendekatan kepada masyarakat tempat terjadinya konflik agar masyarakat Ahmadiyah dapat diterima dan kembali berbaur di lingkungan masyarakat. Dan Membangun komitmen agar tidak melakukan penyebaran sesuai SKB 3 Menteri.

“Pendekatan terus akan kita lakukan dengan kedua belah pihak,” ujar Khalik.

Sementara itu Kapolres Lombok Timur, AKBP M. Eka Faturrahman, S.I.K menyampaikan bahwa pihak Kepolisian yang muncul adalah perusakan dan intimidasi yang dikategorikan pelanggaran hukum, namun kami prioritas pada pengamanan jiwa sehingga hal tersebut tidak terjadi, ungkap Kapolres.

“Kami juga telah melakukan pemeriksaan/gelar perkara terkait permasalahan tersebut dan melakukan pendekatan sehingga tidak menimbulkan kontra antara aparat dan masyarakat,” ungkap Eka.

Hal yang sama disampaikan Dandim 1615/Lotim yang diwakili Pasi Intel Kodim 1615/Lotim, Kapten Inf. Ngh. Senang sangat mendukung dan memback up pihak Pemda dan kepolisian dalam permasalahan penanganan konflik yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur.

Dari pihak Kejaksaan Negeri Selong mendukung penegakan hukum dan akan mengindentifikasi anggota-anggota Ahmadiyah yang belum teridentifikasi (belum terdata).

Kepala Kantor Kemenag. Lombok Timur, H. Azharuddin, M.Sc juga telah menyiapkan dan menindaklanjuti, antisipasi secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Lombok Timur untuk kerukunan umat.

Kemenag akan melakukan pendekatan secara psikologis agama dengan bekerja sama dengan para tokoh agama serta akan melakukan pemutusan mata rantai dengan tokoh Ahmadiyah sehingga masyarakat Lotim dapat kembali memeluk Agama Islam sesuai Syariatnya.

Kepala Desa Gereneng, Budi Harlin, SH juga menyampaikan bahwa intinya SKB 3 menteri oleh masyarakat penganut Ahmadiyah masih dilanggar.
Diharapkan masukan dan saran dari pihak terkait untuk langkah apa yang harus diambil guna melakukan pembinaan penganut ahmadiyah yang merupakan warga kami yang menyebarluaskan secara terang-terangan dalam hal ini membagikan kalender, ungkap Budi.

Sementara itu dari Staf Kepresidenan (KSP) urusan hukum, HAM, Politik dan Hankam, Ifdal Kasim yang juga Mantan Komnasham RI menjelaskan bahwa ia telah melakukan peninjauan lokasi terjadinya konflik dan telah melakukan kunjungan di tempat pengungsian di LLK Lotim.

“Ibu-ibu dan anak-anak kondisinya sudah cukup baik, pelayanan kesehatan sudah cukup baik termasuk kebutuhan dasar terpenuhi, kebebasan terima tamu diberikan, penanganan cepat dengan gelar pertemuan, mediasi.” ungkapnya.

Rapat tersebut dihadiri sekitar 40 orang terdiri dari Forkopimda, Ketua PN Selong, Asisten I Pemerintahan Setda Lotim, Kepala Bakesbangpoldagri Lotim, Ketua PA, Ketua FKUB Lotim, Danramil Sakra, Kapolsek Sakra Timur, Kasat Pol PP Lotim, undangan lainnya. (zn)

LEAVE A REPLY