Panitia Alunan Budaya Desa III yang Berhasil Kumpulkan 1350 Penenun Bantah Tak Ada Koordinasi

0

kabarlombok.com | Lombok Timur

Menanggapi statemen Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Moh Faozal yang mengatakan bahwa penyelenggaraan event Alunan Budaya Desa Pringgasela samasekali tidak pernah ada koordinasi dengan pihak Dispar Provinsi, Ketua Panitia Event menyatakan hal tersebut tidaklah benar.

Menurutnya, Panitia sudah jauh-jauh hari melakukan koordinasi dengan Dispar Provinsi sejak delapan bulan yang lalu. Bahkan saat itu pihak penyelenggara mendapat respon yang positif dari Dispar untuk dapat menggelar acara Alunan Budaya tersebut dipentaskan di Mataram

“Kami telah memulai koordinasi dengan dinas pariwisata provinsi sejak bulan februari sampai acara tersebut dimulai bahkan dinas pariwisata provinsi sempat menyatakan keinginan membawa acara kami ini untuk dipentaskan di Mataram” kata ketua Panitia dalam Press Release yang diterima redaksi kabarlombok.com

Selain itu, Panitia juga tidak menampik adanya bantuan dari pemerintah provinsi melalui Dispar sebesar 2,5 juta dari total 5 juta yang sempat dijanjikan pada pagelaran event Alunan Budaya sebelumnya pada tahun 2016 lalu.

Terkait polemik yang terjadi antara pihak Bupati Lombok Timur H.Moh Ali BD dengan Kadis Pariwisata Lalu Moh Faozal maupun sebagian masyarakat yang merasa tersinggung dengan ucapan yang dilontarkan Bupati Ali, pihak panitia mengaku tidak ingin ikut campur persoalan tersebut, sebab hal itu diluar konteks acara kepanitiaan.

Selanjutnya, Panitia Event Alunan Budaya Desa Pringgasela mengaku bersedia melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk Dispar Provinsi NTB yang semata-mata bertujuan untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan daerah.

“agar tercipta hubungan yang harmonis demi kemajuan pariwisata seni dan budaya kita, khususnya untuk kemajuan acara alunan budaya desa pada tahun-tahun selanjutnya” harap Panitia.

Untuk tahun-tahun berikutnya, 1350 penenun dan masyarakat yang terlibat dalam pagelaran even tersebut bertekad untuk mempersembahkan acara kebudayaan yang lebih baik serta mengajak masyarakat yang lain untuk ikut terlibat membesarkan dan memelihara tenun sebagai warisan tradisi Nasional.

LEAVE A REPLY