Ogah Wakilnya di Cap Tukang “Amin”, Sekelompok Ketua Organisasi Dorong Karman BM ke Senayan

0

Kabarlombok.com – LOTIM

Dewan Penasehat Ikatan Mahasiswa Jakarta ( Imsak ) Karman BM berharap agar organisasi Imsak mampu menjadi jembatan informasi bagi mahasiswa sasak yang tinggal di Jakarta, hal itu dikatakan Karman saat memberikan sambutan pada acara halal bihalal Imsak di Lesehan Rirana Sawing Lombok Timur Ahad (24/6).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII)   ini juga menegaskan dalam konteks memper erat silaturahmi kesukuan mahasiswa Sasak di Jakarta sikap ashobiiyah diperbolehkan,  sikap Ashobiyah ini diperkukan dalam rangka menyatukan potensi yang terserak. Mengikatnya dalam bentuk energi potensial kemudian bersama-bersama mengolahnya untuk kepentingan daerah tercinta.

“Sikap ashibiyah terkadang penting,   dalam konteks – konteks tertentu,” Jelasnya.

Sebagai mahasiswa yang setiap saat berjibaku dengan pusat kekuasaan, mengetahui pasti bahwa desain pembangunan nusantara seperti apa, karena mereka mempunyai konektivitas dengan pusat pemerintahan.

Sebagai penerima informasi lebih awal, Imsak dituntut bisa memproduksinya menjadi informasi produktif, untuk ditransfer kedaerah, sehingga keberadaan organisasi Imsak di pusat kekuasaan, memiliki manfaat yang nyata bagi daerahnya sendiri.

Sejalan dengan pikiran Karman,  Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)   Kabupaten Lombok Timur Marsoan mengatakan, mengapresiasi upaya-upaya Dewan Penasehat Imsak untuk merevitalisasi peran Organisasi Imsak,  sebagai pusat informasi.

Menurut, Bang Wan sapaan akrabnya, selama ini organisasi struktural kepemudaan  di daerah-daerah gagal memanfaatkan struktur organisasinya untuk menyuarakan berbagai persoalan didaerah untuk dibawa ketingkat pusat. Karena OKP berprilaku birokrasi.

“Saya sepakat dengan Bang Karman,  peran imsak harus dioptimalkan,” jelasnya.

Lebih jauh, Bang Wan berharap alumni Imsak harus tampil di pentas politik Nasional,  apalagi gelaran Pemilihan Legislatif sudah didepan mata ujarnya, peran-peran poltik Alumnus Imsak sangat diperlukan. Selama ini kata dia para politisi sasak yang mendapat mandat kesenayan tidak kuat bergulat dengan politisi daerah lain, yang lebih berpengalaman, sehingga kesan tukang “Amin” menjadi cap lumrah.

Senada dengan harapan sekretaris DPD KNPI Lotim,  Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni HMI ( KAHMI)  Kabupaten Lombok Timur Suhirman Assugiani meminta Mantan Ketum PB GPII Karman BM untuk mengambil bagian dalam gelaran Pileg 2019, dengan mengambil segmen pemilih anak-anak muda.

“Alumni HMI di NTB ini jumlahnya ribuan,  dan mereka dari beragam profesi. Ada yg menjadi pimpinan Pondok Pesantren,  Akademisi dan pengusaha, saya rasa pikiran Saudara Karman linear dengan pikiran mereka,” tegasnya.

Ia juga mengatakan NTB banyak memiliki politisi muda duduk disenayan, namun tidak semua bisa membanguan komunikasi dengan jaringan muda, padahal yang banyak mengambil peran pendampingan dan pemberdayaan, adalah anak-anak muda. Seyogynya pokok-pokok pikiran anak muda yang bebas kepentingan politik praktis tersebut,  diadopsi dan diterjemahkan dalam bentuk kebijakan pemerintah pusat.

Mantan Ketum HMI Cabang selong ini mencontohkan, peran pemuda menghadirkan industri pariwisata yang berbasis kearifan lokal, namun ternyata berbenturan dengan kebijakan pemerintah terkait hak guna pakai lahan kawasan hutan,  maka pada posisi ini, politisi mudalah yang memahami kesulitan bisnis industri pariwisata mengambil sikap tegas terhadap institusi yang menghambat idustri kreatif anak muda.

Diakhir acara halal bihalal,  Dr. Sakroni memberikan pencerahan tentang pentingnya mengambil bagian dalam kepemimpinan nasional. Menurutnya Islam sebagai agama keselamatan, Ummatnya berkewajiban menebar rasa aman dari berbagai aspek, termasuk keselamatan dari aspek sosial dan ekonomi.

Sementara itu Ketua Imsak Saepul Hadi menegaskan acara halal bihalal ini, digelar dalam rangka konsolidasi nasional bagi mahasiswa Sasak yang mengambil study di Jakarta, diharapkan dengan halal bihalal ini,  semakin memperat silatuhmi dan semakin terkonsolidasinya peran-peran mahasiwa Sasak di Jakarta. (bn)

LEAVE A REPLY