NTB BANGUN KEMBALI MENATAP PEREKONOMIAN MASYARAKATNYA

0

Presiden Jokowi Pimpin apel siaga “NTB Bangun Kembali”

Oleh : Pahrudin

Gempa yang mengguncang daerah Lombok Timur Minggu 29 Juli sekitar pukul 07.55 dengan magnitudo 6,4 meluluh lantahkan daerah sekitar Kecamatan Sembalun dan Sembalia. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi seluruh warga Indonesia bahkan dunia.

Seminggu setelahnya, Minggu petang 5 Agustus giliran Lombok Utara di guncang gempa yang lebih besar lagi dengan magnitudo 7, 0. dan beberapa minggu selanjutnya tepatnya Minggu malam 19 Agustus gempa mengguncang lagi, gempa dengan magnitudo 6,9 melanda wilayah sumbawa dan menyebabkan terjadinya kebakaran di Pulau Bungin.

Berdasarkan data dari beberapa sumber menyebutkan rentetan gempa tersebut telah menyebabkan 555 orang meninggal, 1416 orang luka-luka dan 390.529 orang mengungsi serta 76.000 rumah dan 1.200 fasilitas umum termasuk tempat ibadah rusak.
Bahkan tidak tanggung-tanggung orang nomor satu (1) di Indonesia Presiden Joko Widodo dan Gubernur Nusa Tenggara Barat yang akrab disebut dengan nama TGB serta beberapa kementerian terkait ikut serta menyambangi para korban.

Hingga saat ini telah terjadi ribuan kali gempa susulan. Namun disisi lain, banyak hikmah yang diambil dari kejadian tersebut. Salah satunya adalah rasa kemanusian dan solidaritas yang tinggi datang dari berbagai lapisan tanah air bahkan penjuru dunia untuk membantu korban baik dari pemerintah, lembaga swadaya, pemuda, ormas dan unsur lainnya dengan satu tujuan untuk meringkan beban para korban yang tertimpa menatap kembali Lombok – Sumbawa untuk Bangkit.

Hari demi hari telah berlalu, gempa merupakan fenomena alam yang tidak bisa dicegah. Saatnya menatap kembali kehidupan yang baru setelah kejadian gempa bumi dengan membangun rumah-rumah yang sudah rusak, trauma healing/Recovery serta membangun optimisme untuk bangkit lagi dari musibah dan bergotong royong untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, sehingga ada rasa untuk menatap masa depan yang baru setelah musibah gempa bumi.

Dengan semangat gotong royong ini saya yakin NTB akan bangkit dalam menatap perekonomian masyarakatnya. Seperti kita ketahui NTB merupakan destinasi wisata terbaik dengan brand halal tourism untuk para wisatawan.

Pariwisata sebagai branding utama dan pertanian, serta pertambangan dan sektor lainnya merupakan sektor yang memberikan andil dalam Produk Domestik Regional Bruto. Lombok dengan lereng gunung rinjani yang terkenal dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu kawasan andalan Kabupaten Lombok Timur dari sektor pariwasata dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Lombok Utara dengan branding kawasan pariwisata yang mempesona dan kawasan pertanian serta perkebunan sebagai sektor penyangga merupakan kawasan yang memberikan impact terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Kawasan lombok utara yang terkenal dengan panorama alam dan pantai serta gilinya sangat memukau wisatawan menjadi sektor andalan daerah ini. Terlebih lagi kawasan di Lombok Timur, yaitu Sembalun sebagai salah satu elemen NTB meraih salah predikat World Best Halal Honeymoon Destination dari Uni Arab Emirate (UAE) merupakan salah satu tujuan yang terkenal dengan panorama alam perbukitan hijau nan indah, udara yang sejuk merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik Domestik ataupun Mancanegara.

Kearifan budaya lokal yang masih tertanam dalam kehidupan sosial masyarakat, kawasan peninggalan kuno, dan desa adat sembalun merupakan beberapa bukti daya tarik sembalun yang sangat diminati wisatawan. Serta salah satu potensi yang juga menjadi spot favorit wisatawan adalah kawasan agrowisata dengan wisata memetik buah strawberry.

Seperti halnya Lombok, Sumbawa yang merupakan salah satu pulau di NTB juga merupakan daerah yang pemberi andil terhadap perekonomian Provinsi.

Dengan sektor utama pertambangan, sektor pariwisata, serta sektor pertanian merupakan unsur penting dalam penunjang perekonomian masyarakat. Bencana yang melanda daerah tersebut memberikan track record yang melambat dalam percepatan perkonomian masyarakat. Hal ini butuh proses menuju keadaan normal kembali dengan merecovery kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Jelas bahwa dengan potensi yang dimiliki NTB tersebut merupakan modal besar dalam membangun perekonomian masyarakat. Terlebih lagi pariwisata sebagai potensi andalan mempunyai impact yang besar terhadap tata perekonomian masyarakat disekitarnya.

Gempa Bumi memberikan dampak pada kehidupan masyarakat, seperti menghambat roda kehidupan masyarakat yang berimbas pada roda perekonomian. NTB dengan karakteristik potensi wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, tambak, perkebunan dan sektor pariwisata serta sektor lainnya tentu akan terganggu dengan kondisi yang dialami oleh masyakat setempat karena sarana prasana, infrastruktur dan kehidupan sosial masyarakat akan terfokus pada masa pemulihan akibat gempa.

Bencana gempa tentunya mengakibatkan sektor-sektor ekonomi akan teputus dan membawa dampak pada kerusakan yang dialami oleh masyarakat setempat. Bencana memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Sebagai contoh bencana yang dialami oleh masyarakat sembalun akan terfokus pada masa transisi atau pemulihan dimana masyarakatnya fokus pada aspek pembangunan dan menata kembali yang rusak akibat gempa tanpa menghiraukan wisatawan yang berkunjung sehingga perputaran perekonomian masyarakat akan melambat.

Berdasarkan beberapa sumber, lonjakan harga pada masa awal gempa memang meroket. Berdasarkan data dilapangan harga dari sebuah terpal saja yang ukuran kecil dengan harga yang begitu mahal hampir 400 ribu rupiah, dan begitu juga dengan harga barang kebutuhan lainnya menunjukkan harga yang tinggi dikarenakan berlakunya hukum permintaan dan penawaran dalam sebuah siklus perekonomian. Namun ada yang menarik pasca terjadinya gempa kondisi perekonomian masyarakat membaik, harga pun mulai stabil dan tidak telalu fluktuatif.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai survei harga pasar untuk barang komoditas menunjukkan tidak terlalu tajam pergerakannya. Contohnya saja barang pokok di Lombok Timur terjadi pergerakan kenaikan sekitar Rp. 1.000-1.500. Hal ini menunjukkan terjadi perubahan harga namun tidak terlalu signifikan meskipun masyarakat masih dalam keadaan trauma bencana. Disisi lain, ini menunjukkan tren positif terhadap perekonomian masyarakat menuju NTB bangkit.

Saya yakin dan optimis bahwa daerah akan bangkit dan menata kembali perekonomian masyarakatnya. Dengan branding sebagai kawasan pariwisata tentunya masyarakat akan gerak cepat menata kembali kehidupan dan roda perekonomian tentunya dengan mengoptimalkan potensi wilayah yang dimilikinya menuju masyarakat yang sejahtera dan gemilang.
#NTB Bangkit.

Surabaya, 04 September 2018
Penulis adalah Dosen Pendidikan Ekonomi Univ. HAMZAWADI dan Peneliti di Nathan Indonesia.

LEAVE A REPLY