Nasib Ternyata Baik (bersambung)

0

Mataram, – Satu tahun kiprah Dr. Zulkieflimansyah-Dr. Sitti Rojmi Djalilah (Zul-rohmi) sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018-2023 untuk meng-GEMILANGkan NTB sudah mulai dirasakan hasilnya.

Seperti kita ketahui bersama, terjadinya bencana gempa bumi satu bulan menjelang pemerintahan Zulrohmi diamanatkan, sempat membuat pembangunan tersendat terutama pembangunan di bidang pariwisata yang merupakan primadona NTB dalam meraup PAD.

Dunia pariwisata tidak lekang oleh waktu. Semua jasa, fasilitas, kuliner,  atraksi, perkotaan bahkan sekarang pedesaanpun bisa dijadikan instrumen penting pariwisata selain pantai dan pegunungan.

Tidak salah pasangan Zulrohmi melanjutkan program pendahulunya tetap menjadikan Pariwisata sebagai andalan dengan mengembangkan destinasi strategis seperti : Mandalika dengan mimpi besarnya sebagai kawasan ber-ikon dunia, nantinya tersedia sirkuit MOTOGP yang saat ini sedang dipercepat pembangunannya, Wisata Pulau kecil dan Gili, GEOPARK RINJANI & TAMBORA.

“Sektor pariwisata memiliki peran strategis dapat mendorong peningkatan pendapatan, membuka
lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang,
dan inklusif,” ungkap Gubernur NTB di setiap acara apapun terlebih disaat kunjungannya ke berbagai kabupaten/kota di NTB bersilaturrahmi dengan masyarakat seraya mengajak semua elemen membangun daerah menuju NTB Gemilang.

Hal ini mengingatkan kita betapa besar perhatian Zulrohmi kepada dunia pariwisata, apalagi saat ini walaupun masih dalam tahap pemulihan pasca gempa namun kunjungan wisatawan sudah mulai jauh meningkat.

“Infrastruktur pariwisata sedang kita benahi dan tingkatkan, terutama akses jalan ke destinasi strategis unggulan bahkan akses ke desa wisata juga,” ujarnya.

Menikmati akses jalan bahkan komunikasi akan semakin mudah apalagi konsep NTB Gemilang dengan program “Pengembangan Koneksivitas dan Aksesibilitas Wilayah NTB” diyakini mampu membuka akses daerah yang terisolasi bahkan menghubungkan dua budaya berbeda untuk percepatan pembangunan.

Branding Lombok sebagai the best halal destination hingga dilaunchingnya 99 Desa Wisata telah melengkapi betapa menjadi primadonanya NTB untuk dikunjungi.

Desa wisata menawarkan sebuah konsep mengembangkan potensi alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat, yang didukung dan dijalankan oleh masyarakat sehingga sedikit demi sedikit akan tercipta suatu kreativitas sehingga akan menjadikan Pariwisata sebagai tumpuan utama.

Manfaat pembentukan desa wisata
• Menjadi sumber ekonomi/pendapatan
masyarakat desa
• Menyediakan lapangan kerja
• Meningkatkan perhatian masyarakat
kepada sumber alam & memperbaiki
lingkungan
• Meningkatkan ketrampilan SDM warga desa

Contoh Desa Wisata yang cukup berhasil diantaranya : Desa Sade, Desa Setanggor, Desa Tete Batu, Pasar Pancingan, Desa Kerujuk.(red)

LEAVE A REPLY