Mi6 : Waspadai Jebakan “Politik Kuda Troya” Pemilu Kada

0

Kabarlombok.com – Mataram. Jebakan politik kuda troya dalam konstestasi pilkada di NTB perlu diantisipasi  oleh semua pasangan calon (paslon). Motivasi utama strategi ini untuk memberikan ‘kesan” seolah-olah paslon tersebut memiliki dukungan kuat,  realitasnya sebatas massa mengambang.

Untuk memperkuat  siasat ini, paslon diterlenakan lewat pencitraan yang dikemas sedemikian rupa agar nampak kredibel dan terpercaya, meskipun tanpa parameter yang jelas.

Demikianlah dikatakan Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH dan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah, Minggu (5/11)

Selanjutnya Mi6 melihat bahwa kecendrungan melakukan taktik melepas Kuda Troya ini dimaksudkan agar paslon yang bertarung dlm Pilkada di NTB tidak fokus melakukan penetrasi di basis-basis pemenangannya karena sudah ada garansi secara sepihak dari tim sukses ataupun afiliasi politiknya. “Ini jebakan yang secara sistematis menguntungkan paslon lain untuk makin intensif menguasai kantong kantong pemilih yg potensial,” ujar direktur Mi6 yang akrab disapa Didu .

Lebih jauh didu menambahkan secara psikologis paslon akan mudah terlena dan menyakini hal tersebut, apalagi yang menyampaikan hal tersebut adalah orang kepercayaannya. Padahal lingkaran terdekatnya itulah yang kerap menjadikan blunder pada paslon itu. Apalagi jika proses rekruitmen tim inti tidak didasari oleh rekam jejak yang  detail  menyangkut kondite dan background politiknya. “Rata- rata chemistry tim sukses dan  paslon terjalin saat kepentingan  momentum pilkada,” lanjut Didu.

Politik kuda troya ini, kata didu harus dimaknai sebagai kreasi politik yang memerlukan kerjasama dengan banyak pihak terkait yang tujuan akhirnya melemahkan kekuatan paslon tersebut dari dalam tim itu sendiri. ” ciri ciri yang paling nampak adalah senantiasa memberikan pujian pujian dan garansi dukungan di banyak kantong suara yg seolah olah sdh di penetrasi.Padahal itu hanya klaim sepihak,” sambung didu.yang mantan eksekutif daerah Walhi NTB.

Didu menambahkan bahwa paslon paslon yg dianggap kuat dukungannya oleh publik  seperti SuKMa ( Sukiman Rumaksi), Ahyar Mori ataupun Suhaili Amin  sangat rentan di infiltrasi oleh pemain politik yang sebenarnya membawa misi dan kepentingan politik calon lain.” Tapi juga tidak boleh phobia terhadap para pendukung yang berperilaku aneh, cukup dikanalkan dan dimengerti maksudnya,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlulah mengatakan ,  mewaspadai menyusupnya kepentingan lain pada calon-calon Gubernur maupun Bupati yang akan bertarung 2018 mendatang,  maka ada baiknya calon-calon sedini mungkin menyaring informasi maupun strategi untuk tidak di konsumsi secara publik dan hanya utuk intern Tim – Tim inti saja.”selain itu penting adanya TIM yg solid dan memiliki komitmen tinggi terhadap pasangan calon,  sehingga tidak mudah terkecoh oleh para pemain politik musiman,” imbuhnya

Lebih jauh Athar menggarisbawahi,  oleh sebab itu bagi para kandidat Bakal calon kepala daerah  yg sudah Final baik secara dukungan Partai atau pasangan wakil ada baiknya untuk menjaring timses yang segaris dengab visi – misi bakal calon dan mengevaluasi sistim kerja Timsukses.” sehingga tidak mudah terdeteksi oleh calon-calon lain,  atau adanya kemungkinan penyusup yg sengaja di pasang oleh pesangan calon lain,” pungkasnya. (ko

LEAVE A REPLY