Mi6 Usung Kadernya Perbaharu Kota Mataram Lewat Indpenden

0

Mataram, — Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Mataram akan mengajukan kadernya sendiri, Lalu Athari Fathullah, untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Mataram pada 2020 mendatang.

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, SH mengatakan, Athari yang merupakan sekretaris M16 merupakan figur muda yang memiliki kapasitas dalam memimpin Mataram ke depan.

“Calon ini memiliki sesuatu yang berbeda. M16 serius dengan mencalonkan Athari terlibat di Pilkada Kota Mataram atau Lombok Tengah,” terangnya dalam konferensi Pers, di Mataram, Senin malam (3/6).

Mi6 lanjut Didu kerab ia dipanggail ingin mendorong Athari maju melalui jalur independen. Untuk pendampingnya, katanya Mi6 sudah memiliki sosok perempuan cerdas yang belum dapat diungkapkan saat ini. Mi6 ingin melihat keberterimaan masyarakat dengan adanya isu majunya seorang calon dari jalur independen. Kata Didu, masyarakat sejatinya mengharapkan adanya sosok alternatif yang muncul untuk menjadi pemimpin mereka.

Sebagai figur muda, Athari menawarkan gagasan baru bagi Kota Mataram yang banyak diisi kaum milenial. Terlebih dengan rekam jejak Athari sebagai sosok yang dekat dengan anak muda dan aktif dalam melakukan advokasi masyarakat. Oleh karenanya, Mi6 akan melibatkan masyarakat untuk ikut serta mendorong Athari sebagai calon Wali Kota Mataram lewat jalur independen.

“Masyarakat nanti bisa terlibat langsung dalam proses demokrasi, ini gerakan yang sedang kita bangun,” ujarnya.

Didu juga mengajak calon dari jalur independen lain untuk koordinasi dan kolaborasi agar saat pengumpulan KTP tidak terjadi tumpang tindih data yang justru merugikan seluruh calon independen. Mi6 juga membuka diri berkolaborasi dengan calon independen lain dalam menyediakan saksi agar menekan tingginya biaya pilkada.

“Dalam politik ada sisi yang tidak bisa diprediksi. Kalau ada parpol mau gabung silakan tapi kita tidak punya modal, kita hanya punya harapan untuk menang,”imbuh DIDU.

Seperti diketahui Mi6, memiliki rekam jejak yang bagus dalam hal kontestasi pilkada hingga pileg, di mana Mi6 berhasil memenangkan pasangan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah menjadi gubernur dan wakil gubernur NTB pada pilkada 2018 lalu.

Bakal Calon Wali Kota Mataram dari jalur independen, Athari mengaku siap menerima amanah Mi6 untuk berkontestasi dalam pilkada 2020. Athari mengaku ingin mengubah paradigma dan membangun Mataram lebih baik ke depan.

“Kita perlu memikirkan warga kota yang termarjinalkan, saat ini kita lihat masih banyak warga kota, terutama yang di pinggiran masih jauh dari kata sejahtera,” ungkapnya.

Athari menilai kesenjangan di Kota Mataram masih sangat lebar dan harus dipersempit dengan berbagai program yang mendorong masyarakat. Sebagai Ibu Kota NTB, kata Athari, Kota Mataram memiliki potensi besar dari sisi ekonomi dan juga pariwisata. Athari menilai potensi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Mataram harus lebih digencarkan agar mendorong perekonomian masyarakat.

“Kita ingin juga revitalisasi Kota Tua Ampenan sebagai tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, kita bisa belajar dari kota tua yang ada di daerah lain seperti Jogja yang tak pernah sepi dari pengunjung,” pungkas Athari.(red)

LEAVE A REPLY