Menunggu Kejutan Demokrat – PDIP Berkongsi Usung Rohmi – Selly

0

Kabarlombok.com – Mataram. Dua partai besar di NTB, PDIP dan Demokrat yang hingga saat ini belum ada kepastian siapa yang akan diusung dalam Pilkada tahun depan diharapkan dapat membuat kejutan dengan berkoalisi mengusung pasangan duo srikandi.

Jika benar Demokrat dan PDIP berkoalisi, kemungkinan besar DR Sitti Rahmi akan berpasangan dengan Hj Putu Selly Andayani dari PDIP. Dan jika terjadi akan makin mendinamisasi konstelasi politik dengan adanya poros politik yang baru ini. Mi6 menilai paket paslon perempuan-perempuan perlu diatensi dan diapresiasi karena akan menjadi daya tarik yang kuat dalam konstestasi pilkada ini.

Menurut Mi6, paket Perempuan perempuan menarik karena itu pertama kali dalam sejarah Pilkada NTB akan ada paket perempuan. “Disinilah nilai estetika politiknya ada duo perempuan yang bertarung dan diberi kepercayaan untuk berlaga dengan segala kelebihan dan keterbatasan yg dimiliki,” ujar Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH sembari menambahkan ekspektasi publik makin kuat dengan paket ini mengingat keduanya memiliki kapasitas dan kredibilitas yang tanpa cela.

Selain itu, koalisi PDIP dan Demokrat mencerminkan aliansi Nasionalis dan Religius yang bisa menyatukan semua entitas yang ada di NTB. “Ini koalisi yang ramping dan simple sehingga memudahkan pergerakan di basis basis konstituen,” ujarnya.

Apalagi dalam Pilkada 2013, Demokrat dan PDI-P sudah pernah  berkoalisi ketika memenangkan paket Bajang Amin. “Jadi sudah punya pengalaman dan tahu karakter  masing masing loyalis vottersnya dan konsentrasi pemilihnya,” tambahnya.

Daya tarik lain paket SS ini dari sisi moral tidak memiliki cacat hukum dan memiliki track record yg baik. “Mereka adalah srikandi srikandi yang akan menjadi the rising star dalam Pilkada ini asal diberi kepercayaan dan mandat oleh partainya,” imbuh Didu, panggilan akrab Direktur Mi6 ini.

Sementara tantangan politik paket Perempuan ini pasti ada dengan
mendelegitimasi peran kaum perempuan dengan berbagai taktik. “Jika hal tersebut terjadi, tidak perlu terprovokasi. Cukup dilawan dengan kerja nyata di basis,  biar konstituen yang menilai sendiri,” jelas Didu.

Meskipun secara elektabilitas paket SS belum teruji, tapi dengan sisa waktu 7 bulan  pasti akan ada peningkatan popular vote ataupun elektabilitas dengan kerja kerja politik  yang rapi dan terukur. “Yang penting jumlah pemilih perempuan lebih besar dari pemilih laki laki,” kata Didu lagi.

Paket SS ini diprediksi akan mudah menarik simpati pemilih karena kekuatan marwah masing masing figur ini. Siti Rahmi akan diperjuangkan secara maksimal oleh TGB,  NW, dan Demokrat serta Selly dibackup total PDIP.

“TGB dan NW  harus bisa memastikan bahwa tongkat estafet kepemimpinannya harus jatuh kepada orang yang bisa melanjutkan kesinambungan program pembangunan yang belum sempat dituntaskan dieranya,” sambungnya.

Ditambah lagi, sosok Putu Selly yang sudah memiliki pengalaman birokrasi baik di level kota maupun provinsi sudah tidak diragukan kapabilitasnya. Bahkan disaat diangkat menjadi Penjabat Walikota Mataram 2015 silam, melakukan serangkaian terobosan dan kebijakan birokrasi di Pemkot Mataram tanpa menimbulkan gejolak politik yang berarti, “Etos kerja birokrasi di Mataram menjadi terpacu dengan gaya kepemimpinan Putu Selly saat itu, ” pungkasnya. (Ko)

LEAVE A REPLY