Menimbang SRD di Pilkada NTB

0

Oleh : M Zakiy Mubarok

“…karakter memberikan konsistensi, integritas, dan energi. Orang yang memiliki karakter yang kuat, akan memiliki momentum untuk mencapai tujuan.” Dikutip dari buku Grow with Character (Hermawan Kertajaya, Gramedia : 2010) Setelah cukup lama ditunggu, akhirnya nama Dr. Ir.

Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (SRD) disebut juga oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. HM Zainul Majdi untuk ditawarkan kepada masyarakat pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur NTB 2018. Kamis 6 Juli 2017 lalu, selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGB menginstruksikan kepada ribuan jamaah NW yang hadir dalam acara halal bi halal dan konsolidasi organisasi keagamaan terbesar di NTB itu untuk “bertanggungjawab menawarkan” SRD kepada masyarakat di seluruh daerah ini.

Sebagai catatan, selain nama Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd (SRD), pada kesempatan yang sama TGB juga menyebut nama HM. Syamsul Lutfhi SE untuk Pilkada Lombok Timur, TGH. Hasanain Djuani untuk Lombok Barat, dan H.Moh Roem untuk Kota Bima. Kabupaten/Kota di NTB yang juga akan melaksanakan Pilkada 2018.

Sosok SRD, oleh banyak orang, dikenal sebagai problem solver. Beberapa contoh sederhana dapat membawa kita pada penilaian itu. Sebagai Rektor Universitas Hamzanwadi, misalnya SRD tak suka melihat proses pendidikan terkendala oleh sekecil apapun masalah. Hari itu masalah ditemukan, hari itu pula dia harus selesaikan. Gerak cepatnya itu menumbuhkan rasa hormat dari seluruh civitas akademika. Terhadap dosen yang dikirim ke luar daerah, tak ia biarkan terkendala masalah yang berakibat tertundanya masa penyelesaian studi. Mengutip pernyataan SRD di sebuah laman media, ia sangat menyadari betapa perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Sehingga sebagai Rektor ia terus berikhtiar maksimal menyiapkan segala kebutuhan layanan pendidikan yang baik.

Komitmennya itu berbuah bukti ketika Universitas Hamzanwadi meraih satu-satunya perguruan tinggi swasta di NTB yang terakreditasi B. Pun dengan program studi yang dikelola.

Dilahirkan di Pancor Lombok Timur 29 November 1968, SRD pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur 2009-2013 dan sukses mengawal kerja-kerja keparlemenan. Namun demikian, cermin kepribadian SRD lebih kuat memantulkan sinar sebagai seorang pendidik daripada seorang politisi.

Karena itu, ada yang mengatakan, ia tak suka memilih teman dalam bergaul dan berinteraksi. Baginya, setiap orang adalah kawan atau teman untuk meraih kemajuan.

Pemilik gelar Insinyur dari Institute Teknologi Surabaya, ini menyelesaikan pasca sarjana di Universiras Negeri Surakarta dan Universitas Negeri Jakarta. Jika tak keliru, salah satu tulisan SRD yang pernah dimuat di Jurnal Review Politik (2016) adalah tentang Peran Modal Sosial Dalam Pengarusutamaan Gender Pada Kalangan Muslimat Nahdlatul Wathan.

Dewi Haroen dalam Personal Branding (Gramedia : 2014) mengutip kata Edgar F Puryear Jr, “Character is everything in leadership”, dalam American Generalship (2000). Diuraikan dibuku itu, karakter merupakan dasar atau fondasi dari suatu kepemimpinan. Setelah karakter barulah pengetahuan. Pengetahuan ini berguna untuk membangun kepercayaan dan keberanian memutuskan. Seorang pemimpin yang sukses adalah yang berhasil mengkombinasikan antara kualitas karakter, integritas, intelligence, dan kemauan untuk bekerja (Muladi, 2007). Jika melihat figur SRD, maka tidak berlebihan kalau saya mengatakan, kualitas karakter, integritas, intelligence dan kemauan untuk bekerja, sudah dimiliki oleh isteri dari H. M. Khairul Rizal, ST, M.Kom (Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dari Fraksi Partai Demokrat) ini. Karakter dan kapasitas pengetahuannya itu, melahirkan sikap pada diri SRD yang melihat Pilkada sebagai sebuah proses politik yang tak boleh dilepaskan dari pendekatan rasional dan ilmiah sekaligus mengambil tanggungjawab jika amanah telah diberikan.*

Wallahu’alambishawa

LEAVE A REPLY