Mandalika Institute Lombok Tengah Dukung Perubahan Nama Bandara

1

 

Lombok Tengah : Dukungan atas perubahan nama bandara internasional lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid tidak hanya datang dari kelompok dan organisasi kepemudaan secara kelembagaan, namun dukungan-dukungan dari para pegiat Pemberdayaan juga sangat antusias menyambut pelaksanaan perubahan nama bandara ini, salah satunya dukungan dinyatakan oleh NGO Mandalika Institute.

Direktur Mandalika Institute Lombok Tengah Abdul Latif mengatakan sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat di Lombok Tengah melihat pergantian nama bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid merupakan satu wujud dari penghargaan yang utuh kepada Maulanasyekh selaku Pahlawan Nasional.

“Perjuangan-perjuangan beliau dalam bidang pendidikan, sosial dan dakwah membuat masyarakat NTB menjadi masyarakat yang bebudaya, berpendidikan dan melek Ilmu Agama.
Saya rasa Penamaan Bandara menggunakan nama Pahlawan Nasional menjadi bagian dari edukasi kesejarahan yang melekat, dan bisa menjadi inspirasi untuk anak muda masa kini dalam berkarya untuk daerah,” katanya di Lombok Tengah, Minggu (17/11).

Ia menambahkan bahwa dukungan ini tentu atas dasar yang kuat yakni SK Menteri perhubungan yang dilanjutkam denga SK Gubernur NTB terkait pelaksanaan pergantian nama bandara.

Kandidat doktor Universitas Padjajaran ini juga menegaskan bahwa perubahan nama bandara dengan menggunakan nama pahlawan nasional asal NTB Merupakan kebanggan bersama seluruh masyarakat NTB.

“Sederhananya kan begini, kalo nama bandara adalah nama pahlawan nasional, kan kita tetap akan mengingat perjuangan beliau. Perubahan Nama Bandara juga sangat sesuai dengan Wisata Halal yang dimiliki NTB yang sudah dikenal luas oleh dunia internasional. Jadi ini adalah bagian dari integrasi identitas daerah yang kuat,” ujarnya.

Ia menngatakan tidak dalam rangka membicarakan pro kontra, karena perubahan itu jelasnya sudah memiliki kekuatan hukum, dan tentu juga melalui proses-proses aspiratif menyeluruh yang sudah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah NTB.

“Sekarang yang harus kita benahi bagaimana NTB bisa lebih mendunia melalui wisatanya yang indah, Ramah, toleran, berbudaya dan aman,” katanya.

Abdul Latif menambahkan bahwa integrasi budaya lokal, nilai sosial serta pariwisata harus dikuatkan sehingga pengelolaan pariwisata kaya dengan referensi budaya yang bisa dikenalkan kepada masyarakat dunia.

“Apalagi Pahlawan Nasional asal NTB adalah Ulama besar, tentu kita punya kewajiban yang sama untuk melanjutkan perjuangan beliau di NTB,” pungkasnya.(red)

1 KOMENTAR

  1. Sangat setuju perubahan nama bandara internasional lombok menjadi ZAM, setiap daerah bangga dengan pahlawan nasionalnya sbgai identitas daerahnya, knpa kita tidak..harusnya bangga dan mendukung 100 persen

LEAVE A REPLY