“Mampu Bakti NTB” Gelar Serial Diskusi Bersama Media

0

kabarlombok.com | Lombok Timur

Lembaga pegiat sosial Mampu Bakti NTB, rabu (23/8) menggelar serial diskusi bersama media di DPRD Kabupaten Lombok Timur. Hadir pada diskusi tersebut antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Lotim H Suroto, anggota DPRD Lotim Ir. Ubaidillah, para kader binaan Mampu Bakti yang didominasi perempuan, beserta sejumlah awak media cetak dan elektronik.

Nur Jannah, Koordinator Mampu Bakti Sub Office NTB menyebut banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya perempuan dan anak yang mengalami kekerasan ataupun berhadapan dengan hukum harus menjadi atensi semua pihak, termasuk media sebagai penyalur informasi kepada masyarakat.

“advokasi bukan hanya bisa dilakukan oleh LSM dan Dinas atau Badan terkait, tapi peran media disini juga sangat penting dan urgen” sebutnya.

Itu sebabnya lanjut Nur Jannah, Mampu Bakti sangat aktif dan gencar mengadakan diskusi maupun sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dan pemberdayaan perempuan khususnya di Lombok Timur.

Sementara itu Kepala Dinas P3AKB Lotim H Suroto mengungkapkan bahwa saat ini angka persentase pengaduan Perempuan dan Anak di Kab. Lotim tergolong meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan instansi yang membidangi persoalan mereka sudah diketahui khalayak melalui serangkaian sosialisasi yang diadakan.

“Trennya meningkat tapi bukan berarti kinerja kita selama ini jalan ditempat, banyaknya aduan masyarakat saat ini karena sebelumnya mereka belum ada kesadaran untuk itu” kata H Suroto menandaskan.

Dibidang perekonomian dan perdagangan lanjutnya, perempuan sudah bisa dikatakan cukup mandiri terutama jika dilihat pada para pedagang yang ada di pasar yang saat ini hampir didominasi perempuan.

“Bahkan Pemda kita saat ini sangat mengharapkan kehadiran perempuan untuk memimpin Dinas-dinas yang ada, tapi tentu harus mengikuti tes yang sudah ditetapkan, dan nyatanya keinginan untuk ikut serta itu sangat minim” ungkapnya.

Ia juga menyebut ditengah keterbatasan anggaran maka mutlak dilakukan efisiensi dengan membuat program yang betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, termasuk program untuk sosialisasi pihaknya mengaku secara tidak langsung seringkali memberikan informasi kepada masyarakat meskipun pada acara-acara yang diluar konteks, artinya tidak harus melalui program sosialisasi yang dikemas khusus.

Lebih jauh, pihaknya juga menghimbau kepada Pemerintah Desa agar turut menganggarkan anggaran untuk pemberdayaan perempuan di masing-masing desa.

Ditempat yang sama Anggota DPRD Lotim Ir Ubaidillah mengatakan sangat kecewa dengan anggaran yang disepakati eksekutif (Pemda). Menurutnya, anggaran untuk pemberdayaan perempuan tersebut sangat minim pada APBD, bahkan sampai dirinya merasa tidak nyaman untuk menyebut nominal anggaran tersebut.

“Percuma saja banyak program tapi kalau tidak disokong dengan anggaran yang memadai ya tidak bisa jalan, bahkan kalau menurut saya program KB saja jalan ditempat” keluhnya.

Sehingga kedepan, ia meminta porsi anggaran pada bidang perempuan dan anak untuk ditingkatkan meskipun saat ini menurut pantuannya rata-rata setiap Desa sudah mengalokasikan anggaran untuk itu.

LEAVE A REPLY