Lombok Barat Gelar Upacara Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

0

Giri Menang, – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Upacara Paripurna dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Lapangan Kantor Bupati Lobar.

Apel kesiapsiagaan bencana penting digelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini juga diharapkan koordinasi para stakeholder penanggulangan bencana dalam menghadapi bencana alam khususnya saat ini semakin meningkat.

Dalam upacara ini juga dilakukan simulasi penanganan bencana untuk meningkatkan pemahaman penanganan bencana kepada para pemangku kepentingan dan relawan.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya anggota Forkopimda Loba, jajaran TNI, Polri, PMI, ASN Lobar, serta tamu undangan lainnya.

Bencana alam apapun bentuknya seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, bahkan gempa bumi merupakan peristiwa yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Selain meyakini bahwa bencana-bencana ini merupakan ujian atau teguran dari Tuhan, manusia juga sering secara sengaja maupun tidak memberikan andil terjadinya bencana-benacana in.

Hal itu disampaikan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pagi tadi, Jum’at (17/1).

“Untuk antisipasi terjadi bencana diperlukan kesiapsiagaan semua jajaran baik pemerintah, swasta, relawan, maupun masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

“Seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat, harus tanggap terhadap ancaman bencana. Bukan hanya saat terjadi tanggap darurat bencana, tetapi juga pada pra bencana dan pascabencana,” lanjutnya menegaskan.

Memasuki kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini, Fauzan juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.

“Saya menghimbau dua hal. Pertama, jangan cepat percaya dengan hoax cuaca ekstrim yang disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita selalu berpatokan pada badan resmi yang menangani itu, yaitu BMKG. Kedua, mari kita introspeksi diri, sebagian bencana yang terjadi adalah akibat perbuatan kita sendiri,” pesannya.

Selepas apel, bupati beserta Forkopimda menyempatkan diri meninjau peralatan dan kendaraan operasional dari dinas-dinas terkait penanggulangan bencana.

LEAVE A REPLY