Kunjungi Korban Gempa, Baiq Dyah Harap Korban Tidak berlama-lama di Pengungsian

0

Baiq Dyah Ratu Ganefi (jilbab hitam) sedang menghibur anak-anak korban gempa di lokasi terdampak gempa, Selasa (31/7).

Kabarlombok.com – LOTARA
Dampak Gempa tektonik yang melanda wilayah Bali, Lombok, dan Sumbawa pada Ahad, 29 Juli 2018, pukul 05.47 WIT semakin dirasakan korban yang tinggal di tenda pengungsian terutama bagi ibu-ibu yang memiliki balita. Gempa berkekuatan 6,4 SR itu telah memporak porandakan tempat tinggal mereka.

Bantuan logistik bencana untuk korban mulai tersalurkan walaupun masih ada titik wilayah yang belom terjangkau optimal. Dari pantauan kabarlombok.com hingga pukul 13.30 Selasa (31/7) saat turun langsung bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) NTB ke lokasi terdampak gempa di Desa Loloan Dusun Bayan Barat dan Dusun Montong Kemuning Kabupaten Lombok Utara jika ditotal sekitar 200 kk korban butuh perhatian.

Ketua IWAPI NTB Baiq Dyah Ratu Ganefi selaku ketua rombongan menjelaskan untuk kebutuhan sehari-hari para korban butuh air bersih dan tenda darurat pasalnya para korban masih trauma dan takut untuk tinggal dirumah mereka serta logistik lainnya.

“Kebutuhan air bersih dan tenda sangat mendesak, dan yang paling penting adalah Traumatic Healing untuk pemulihan korban terutama anak-anak korban gempa ini,” jelasnya sambil menghibur anak-anak dengan bernyanyi dan bermain.

Senator yang kembali mencalonkan diri sebagai calon DPD RI ini juga mengatakan jika korban tinggal dipengungsian dalam waktu yang lama akan mengakibatkan rasa trauma yang semakin mendalam karena mereka akan takut kembali tinggal dirumah.

“Saya berharap agar semua pihak terkait segera menangani hal ini, kita doakan semua korban diberi kekuatan dan segera pulih dari rasa trauma terutama anak-anak kita, untuk para korban yang meninggal semoga diterima di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut Baiq Dyah Ratu Ganefi beserta rombongan IWAPI disambut antusias korban. Ia juga sempat berinteraksi dengan korban dan anak-anak korban mendengar pilu sambil menyemangati mereka. Dalam kesempatan tersebut IWAPI menyalurkan bantuan berupa sembako,  makanan,  selimut dan sejumlah uang. (bn)

LEAVE A REPLY