Kocap Cerite Ndek Bau Te Kadu

0

 

Oleh: H. Lalu Gita Ariadi (Sekda Provinsi NTB)

Jadi teringat waktu susun pidato Gubernur NTB diacara Ground breaking bandara baru (Menteri Perhubungan Hatta Rejasa), sambutan landing perdana Garuda 1 Oktober 2011 dan peresmian Bandara Baru 21 Oktober 2011 bahwa :

1. Nama generik bandara baru adalah Bandara Internasional Lombok (BIL) / Lombok International Airport ( LIA ).

2. Saat itu sudah diwacanakan nama Paten Bandara baru nantinya adalah sama seperti nama bandara lain di Indonesia yang mengangkat nama pahlawan nasional dari daerah tersebut.

3. Mengapa nama Pahlawan Nasional ?

a. Untuk mensyukuri, menghargai dan mengenang jasa-jasa Pahlawan Nasional. Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yg mampu menghargai jasa-jasa pahlawannya ?

b. Memilih dan menetapkan Pahlawan Nasional sebagai nama bandara adalah untuk menghindari konflik interest di tengah masyarakat. Pemilihan seseorang menjadi Pahlawan Nasional pastilah telah melalui proses administrasi, kajian ilmiah dan bukti-bukti otentik yang komprehensif sehingga legalitimasi dan legalitasnya terjamin. Hal ini untuk meredam interest yang ingin mengusulkan nama seseorang atau sesuatu yg monumental hanya bermodalkan Kocap Cerite….. Konon Katanya Dahulu Kala….. Tanpa bukti-bukti empirik dan otentik.

c. Dengan menetapkan nama Pahlawan Nasional (kala itu NTB belum memiliki Pahlawan Nasional) diharapkan menjadi sumber inspirasi dan sumber motivasi warga NTB untuk menggali, mencari dan bekerja keras menghadirkan figur-figur yang layak diusulkan untuk menjadi Pahlawan Nasional sesuai prosedur dan persyaratan yang tidak mudah, penuh liku dan perjuangan.

d. Dengan keberhasilan menghadirkan Sosok Pahlawan Nasional dari NTB, kini mari kita berpikir kedepan untuk terus menggali, mencari dan memperjuangkan Pahlawan-pahlawan Nasional baru dari NTB yang harus memiliki reputasi, bukti otentik dan saksi-saksi sejarah yang kompetent terhadap kiprah figur yang bukan semata-mata berdasarkan Kocap Cerita, Konon Katanya….. Tanpa bukti dan saksi yang dapat dipertanggung jawabkan.

e. Kedepan seiring dengan dinamika pembangunan tentu akan hadir fasilitas publik lainnya yang lebih strategis dan monumental dari sebuah bandara. Fasilitas publik tersebut sangat layak kita tempelkan nama Pahlawan Nasional kita yang baru. Sudahkah kita mempersiapkannya ?

e. Berwacana menyiapkan usulan nama Pahlawan Nasional yang baru dari NTB jauh lebih bermanfaat dari sekedar berdebat tentang bobot ketokohan, keagungan dan kepahlawan figur tanpa didasarkan bukti fisik yang otentik, administrasi yang komprehensif serta saksi ahli-ahli sejarah yang kredibel. Sekali lagi bukan semata berdasar Kocap Cerite….. Konon Katanya yang tentu sulit dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Wassalam.
Lalu Gita Ariadi

LEAVE A REPLY