KNPI Lotim Banjir “Cibiran” Di Medsos

0
Ketua KNPI Lombok Timur9Tengah) dalam sebuah acara

KabarLombok.com

LOMBOK TIMUR. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lombok Timur yang menyoroti aktivitas politik H Nasudin, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lombok Timur. Melalui Ketua KNPI Lombok Timur M Taufik Hidayat meminta H Nasrudin mencopot Indentitas ASN-nya jika ingin menggeluti politik praktis mendapat respon negatif dari masyarakat.

Sorotan M Taufik Hidayat atas aktivitas politik praktis H Nasuridin selaku Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur menuai sejumlah kritikan terutama di media sosial. Sejak komentarnya dimuat media online KabarLombok.com dan diposting di medsos, ratusan tanggapan muncul dari Masyarakat Lombok Timur. Namun ada pula yang memberikan support dan menganggap sorotan KNPI ini sebagai sebuah kritikan. Baca : KNPI Lombok Timur Desak H Nasrudin Copot Seragam

Pada umumnya para netizen menyayangkan komentar Ketua KNP Lombok Timur tersebut. Netizen menggangap  KNPI Lombok Timur tidak memahami ASN karena rencana pencalonan H Nasrudin sebagai Kepala Daerah di Lombok Timur bukan pelanggaran Undang-Undang ASN.

“Kalo memang betul KNPI lebih baik urus pengembangan kepemudaan saja.. dan tidak ada aturan yang dilanggar oleh Bpk. H. Nasruddin … harap penonton tenang dulu, hihihiiiyyy,” komentar pemilik Akun Ben Mulki NTB yang juga kepala Dinas Pertamanan Kabupaten Lombok Timur.

Sedangkan pemilik akun lainnya Memet Faterna menulis komentar, ”KNPI yang gagal fokus… itu yang patut kita apresiasi dari kawan2 KNPI… sebagai partnership kepemudaan di Lotim tentu memiliki banyak kesempatan berkarya yang positif untuk Lotim, bukan sekadar mencari kelemahan seseorang….”.

Sebelumnya KNPI Lombok Timur juga menyorot adanya dugaan aktivitas oknum Camat dan ASN lainnya Di Lombok Timur yang menjadi “Pengepul” foto kopi KTP untuk memenuhi persyaratan pencalonan calon Gubernur dari jalur independen.

M Taufik Hidayat sendiri ketika dikonfirmasi mengenai reaksi negatif netizen Lombok Timur ini dengan santai. Mantan aktivis pergerakan UIN Mataram ini enggan berkomentar dan mengaku sedang menghadiri acara. ”Nanti saya hubungi kembali,” jawabnya singkat dan memutus pembicaran.

LEAVE A REPLY