Khalik Optimis Pembangunan RTG Tuntas Akhir Tahun Ini

0

MATARAM, – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik menyatakan optimistis pembangunan rumah tahan gempa (RTG) untuk korban gempa bumi 2018 bisa tuntas pada Desember 2019 mendatang.

“Ya kita harus optimis. Apalagi semua pihak termasuk masyarakat sendiri sangat ingin agar proses ini bisa berjalan cepat,” kata Ahsanul, di sela peresmian dan penyerahan 40 ribu RTG, Kamis (10/10) di Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Peresmian dan penyerahan RTG secara simbolik dilakukukan Deputi I Bidang Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargo, didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, dan Kepala BPBD Provinsi NTB, Ahsanul Khalik.

Ahsanul memaparkan, 40 ribu RTG yang diserahkan tersebut merupakan bagian dari sekitar 96.977 RTG yang sudah selesai diperbaiki dan bangun kembali.

Sementara yang masih dalam tahap pengerjaan sekitar 77.917 unit, diperkirakan akan selesai pada Desember mendatang.

“Jadi sampai saat ini progress sudah 174.894 rumah yang sudah ditangani, dibangun dan diperbaiki. Terdiri dari 96.977 unit sudah selesai, dan 77.917 unit dalam pengerjaan. Kami optimis karena kita masih ada waktu sampai Desember,” katanya.

Ia memaparkan, peresmian dan penyerahan kunci RTG secara simbolik tersebut juga dilakukan untuk mendorong rasa ingin masyarakat yang rumahnya belum jadi untuk berlomba-lomba sesegera mungkin membangun rumah mereka.

“Yang pasti kita optimis karena semua pihak di NTB menginginkan hal yang sama, yaitu bagaimana masyarakat kita bisa segera memiliki rumah kembali dari dana bantuan stimulan yang diberikan pemerintah,” katanya.

Menurut Ahsanul, kegiatan yang dirangkai dengan tasyakuran bersama masyarakat penerima dan para fasilitator serta aplikator, juga sebagi wujud membangkitkan kembali semangat masyarakat yang terpuruk karena cobaan Gempa beruntun tahun 2018 lalu.

“Acara ini disamping sebagai sarana menumbuhkan semangat tentu juga sebagai sarana trauma healing bagi masyarakat. Karena banyak kami temukan masyarakat yang rumahnya sudah jadi 100% tidak berani tidur di dalam rumah mereka, karena masih khawatir,” katanya.

Hal ini menurut Ahsanul menjadi tugas berat bersama untuk mengembalikan rasa percaya diri masyarakat, agar tidak perlu khawatir dan was-was tapi tetap memiliki kewaspadaan.

Dalam peresmian tersebut, Deputi I Kemenko PMK, Dody Usodo Hargo mengatakan, penyerahan RTG ini sebagai keseriusan pemerintah dalam membantu para korban gempa bumi Lombok 2018 silam.

Ia mengapresiasi Pemerintah NTB, BPBD NTB dan juga jajaran TNI Polri yang sudah berbuat maksimal dalam memfasilitasi proses pembangunan kembali rumah masyarakat yang rusak akibat gempa.

“Peresmian dan penyerahan RTG ini diharapkan dapat membantu masyarakat korban gempa bumi 2018, untuk bisa hidup normal kembali dan lepas dari trauma bencana,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya ke NTB juga untuk memantau dan memastikan progress pembangunan RTG untuk para korban gempa dapat selesai dan tuntas akhir tahun ini.

“Bagi rumahnya yang belum jadi 100 persen agar bersabar dan khusus untuk rumah yang rusak berat agar segera dipercepat sehingga warga yang tidak memiliki rumah bisa langsung menempatinya,” katanya.

Berdasarkan data BPBD NTB jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi 2018 lalu mencapai 222 ribu unit. 75 ribu diantaranya tergolong rusak berat, karena ambruk, dan sisanya rusak sedang dan rusak ringan. Kerusakan tersebar di tujuh daerah Kabupaten/Kota di NTB.

Pemerintah sudah menyalurkan dana sebesar Rp5,1 Triliun sebagai dana stimulan bantuan korban gempa untuk korban gempa yang rumahnya rusak.

Untuk rusak ringan (RR) mendapat stimulan Rp10 juta, rusak sedang (RS) Rp25 juta, dan rusak berat (RB) Rp50 juta.

Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan pembangunan lebih dari 222 ribu rumah yang rusak akibat gempa bumi 2018 di Lombok, NTB, akan tuntas pada akhir Desember 2019 mendatang.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Morado menjelaskan, pemerintah melalui rapat koordinasi di Kemenko PMK sudah memutuskan memperpanjang masa transisi darurat pasca bencana Gempa NTB.

Masa transisi darurat yang seharusnya selesai pada 25 Agustus 2019, diperpanjang hingga 25 Desember 2019.

Perpanjangan masa transisi dilakukan untuk menambah waktu empat bulan menyelesaikan 50 ribu rumah sisanya sampai Desember 2019.(red)

LEAVE A REPLY