Jari Jemari “Bang Zul” Bukan Hanya untuk Politik

0

Mataram, – Walaupun Gubernur merupakan jabatan politis, namun masih saja ada beberapa orang Gubernur yang enggan memperlihatkan dukungannya kepada salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pemilihan Presiden (Pilpres). Salah satunya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Zulkieflimansyah atau Bang Zul kerab ia dipanggil yang notabene merupakan kader bahkan salah satu pendiri Partai Keadilan Sejahtera. Berbeda halnya dengan Gubernur pendahulunya TGB KHM. Zainul Majdi yang telah menyatakan dukungannya kepada calon Presiden nomor urut satu Jokowi-Ma’ruf Amin (Petahana).

Dengan silaturrahmi kepada tokoh dan masyarakat baik yang ia agendakan walaupun melalui undangan jauh hari sebelumnya mengharuskan ia sebagai Gubernur untuk selalu hadir dalam acara apapun apalagi terkait dengan program “NTB Gemilang”. Namun tidak jarang ia harus hadir dan terjebak dalam undangan yang bernuansa politik.

Mengenai isu dukungan kepada salah satu paslon, Dr. Zulkieflimansyah menjawab teka-teki yang dialamatkan kepadanya terkait beredarnya foto yang diduga merupakan dukungan terhadap salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada salah satu foto yang sedang beredar di media sosial.

Ia menampik jika dalam foto tersebut dua jari yang ia tunjukkan merupakan simbol dukungan untuk calon Presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

“Oh yang foto itu! Itu foto lama dan itu bukan foto dukungan utk prabowo sandi,” ungkapnya melalui salah satu grup Whatsapp “Peduli Korban Pasca Gempa”, Minggu (13/01).

Gubernur yang selalu dengan pembawaan “Cool” alias tenang ini sedikit kesal sembari menjelaskan bahwa foto tersebut ada sebelum Pilpres dan meminta masyarakat untuk tidak terlalu sering mengaitkan fotonya dengan politik.

“Dengan medsos kita foto konteksnya apa di kaitkan melulu dgn politik, di foto itu bersama tamu dari jakarta tahun lalu ke rumah dan foto itu merupakan foto untuk symbol Lombok bangkit, ya foto saja begitu. Belum ada ribut pilpres,” terangnya.

Jauh sebelumnya ia menegaskan tidak akan menjadi tim sukses paslon manapun dalam Pilpres 2019.

Seperti diketahui, foto yang beredar tersebut menggambarkan ia beserta isteri dan dua orang wanita lainnya sedang menunjukkan masing-masing dua jari mereka menyerupai huruf L yang merupakan simbol dukungan terhadap pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

Namun salah seorang anggota yang juga merupakan Admin Grup Whatsapp tersebut Amien menterjemahkan simbol jari yang ditunjukkan Gubernur seolah-olah ada keraguan.

“Dari gestur tubuh pak Gub, kayak orang ragu dengan jarinya,” terangnya sambil tersenyum.

Sementara itu anggota grup yang lain, Syamsul Hadi menyesalkan tindakan Gubernur dalam foto itu serta meminta Gubernur untuk tidak ikut campur dalam pilpres karena menurut dia pekerjaan yang lebih penting ada didepan yaitu mempercepat penanganan pasca gempa.

“Seharusnya sosok Gubernur itu diam, jikapun dia sebagai kader partai tertentu karena banyak yg terlibat di dalamnya, ada partai dan ada ormas,” kesalnya.(bn)

LEAVE A REPLY